Tak Bisa Mengemudi Baik? Itu Salah Gennya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Washington - Tak usah menyumpahi pengemudi yang mengendarai mobilnya keluar-masuk jalur di depan Anda. Para ilmuwan Amerika Serikat menyatakan orang tersebut memang tak bisa mengemudi dengan baik akibat kelainan komposisi gennya.

    Mereka menemukan bahwa orang dengan varian gen tertentu memiliki kemampuan mengemudi 20 persen lebih buruk dalam sebuah tes menyetir dibanding orang dengan untaian gen berbeda. Studi tersebut mungkin dapat menjelaskan mengapa begitu banyak orang yang tak bisa mengemudi dengan baik di luar sana.

    Tim ilmuwan dari University of California Irvine menemukan sekitar 30 persen warga Amerika memiliki varian tersebut. "Orang-orang ini membuat lebih banyak kesalahan mulai garis awal, dan mereka lupa lebih banyak daripada apa yang dipelajari setelah beberapa saat," kata Dr Steven Cramer, ketua studi, yang dipublikasikan dalam jurnal Cerebral Cortex.

    Cramer dan timnya mengetes 29 orang, tujuh di antaranya memiliki varian gen itu. Cramer meminta mereka mengemudi 15 putaran pada sebuah simulator dan mengulangi tugas itu sepekan kemudian. Ternyata orang yang memiliki gen mutan menunjukkan kemampuan mengemudi yang semakin buruk secara konsisten.

    Gen itu mengendalikan sejenis protein yang disebut faktor neurotrophic derivasi otak, yang mempengaruhi ingatan.

    Sebetulnya tim Cramer tidak bermaksud mengungkap pengaruh gen terhadap kemampuan mengemudi seseorang. Mereka memilih tes mengemudi itu karena ujian tersebut menggunakan kemampuan umum. "Saya penasaran dengan genetika orang yang kerap mengalami kecelakaan mobil," kata Cramer. "Saya ingin tahu apakah tingkat kecelakaan orang yang memiliki varian tersebut lebih tinggi."

    TJANDRA DEWI l REUTERS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?