Menguji Windows 7 di Netbook

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paket dari sistem operasi Windows baru, Windows 7 di Golden, Colorado, Jumat (23/10). Microsoft Corp meluncurkan Windows 7 setelah sebelumnya mengeluarkan Vista.  REUTERS/Rick Wilking

    Paket dari sistem operasi Windows baru, Windows 7 di Golden, Colorado, Jumat (23/10). Microsoft Corp meluncurkan Windows 7 setelah sebelumnya mengeluarkan Vista. REUTERS/Rick Wilking

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Rasa penasaran yang timbul setelah Lukman Susetio, Windows Client Product Manager Business Marketing Organization PT Microsoft Indonesia, berbicara tentang Windows 7 di Bandung pada tahun lalu terjawab sudah. Salah satunya adalah soal kemampuan Windows 7 beroperasi dengan baik di laptop mini alias netbook.

    Seperti diketahui, netbook adalah komputer dengan kemampuan yang mendasar. Itulah sebabnya, hampir semua vendor komputer memasangkannya dengan Windows XP, bukan Windows Vista yang membutuhkan sumber daya teknis lebih tinggi.

    Lantas bagaimana dengan Windows 7? Itulah yang hendak kami buktikan. Agar rasa penasaran semakin membuncah, kami memilih Windows 7 Ultimate, versi yang lebih tinggi.

    Kesempatan uji coba tiba pada pekan ini. Daripada memakai netbook buatan vendor besar dengan berbagai keunggulan, iTempo memilih netbook buatan Metrodata, sebuah perusahaan lokal yang membuat merek Ion. Sebelumnya, netbook ini beroperasi dengan sistem operasi Windows XP.

    Untuk persyaratan awal, netbook Ion ini sudah lulus. Windows 7 mensyaratkan spesifikasi minimal komputer yang bisa mengoperasikannya adalah berprosesor dengan kecepatan clock minimal 1 Ghz untuk prosesor 32 bit dan 64 bit. Intel Atom sudah memenuhinya.

    Lalu persyaratan minimal lainnya adalah memori RAM minimal 1 gigabita (GB). Netbook Ion ini ada di ambang batas. Sedangkan kebutuhan ruang hard disk sebesar 16 GB sudah terpenuhi karena Ion ini memiliki hard disk berkapasitas 120 GB. Aman.

    Soal kebutuhan drive optikal bisa dijawab dengan memakai drive eksternal berbagai merek yang dijual bebas di pasar. Drive optikal ini gunanya untuk menginstal Windows 7 ke dalam komputer dari cakram DVD.

    Hasilnya begini. Untuk proses instalasi setidaknya dibutuhkan waktu tiga jam lebih. Pasalnya, sebelum menginstal, kami harus melakukan backup terhadap berbagai data agar bisa tetap dipakai di Windows 7. Dengan software khusus (lihat boks), Windows akan menentukan data mana saya yang bisa dikembalikan ke komputer dan mana yang terhapus.

    Segalanya berjalan lancar, kecuali saat Windows menginstal Aero, fitur yang memungkinkan jendela di desktop tampil begitu transparan. Ketiadaan prosesor grafis DirectX 9 membuat Aero tak bisa diinstal.

    Alhasil, tampilan jendela-jendela di layar akan sama seperti Vista. Sedikit mengecewakan memang, tapi tak jadi masalah karena fitur lain bisa diterima dengan baik.

    Demikian juga saat berbagai driver untuk hardware diinstal ulang, nyaris tak ada masalah. Bila ada yang belum di-update, Microsoft sudah menyediakan pembaruannya.

    Nah, persoalan baru muncul saat instalasi tuntas dan komputer mulai dioperasikan seperti biasa. Untuk beberapa aksi, kecepatan operasinya tak terjangkau dengan baik.

    Salah satunya saat membuka jendela Control Panel. Butuh waktu beberapa detik. Ini mungkin terkait dengan RAM yang pas-pasan.

    Katanya sistem operasi ini bisa menghemat pemakaian baterai. Dengan pengaturan mendetail, hal ini dimungkinkan pada manajemen tenaga baterai. Tapi, dengan baterai standar pada netbook, penghematan ini tak terlalu terasa.

    Secara umum, pada akhirnya kami sependapat dengan Lukman. Netbook dengan kemampuan standar ternyata mampu menjalankan Windows 7, bahkan dari kelas yang tinggi. Untuk pemakaian biasa, pengalaman baru ber-Windows 7 bisa dirasakan dengan baik.

    DEDDY SINAGA



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.