Telkom Bangun Super Portal Dua Juta Dolar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Telkom

    Telkom

    TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbkmulai mengincar bisnis portal. Mereka berani menginvestasikan US$ 2 juta dolar AS (sekitar Rp 19 miliar) untuk membangun super portal pada kuartal II 2010. "Peluncuran awal akan dilakukan November 2009, selanjutnya komersial pada kuartal II tahun depan," kata Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di Jakarta, Senin.

    Rinaldi menjelaskan, pengembangan super portal bagian dari implementasi transformasi bisnis Telkom yang sebelumnya berbasis telekomunikasi dan informasi menjadi lebih luas, yaitu Telecommunication, Information, Media, dan Edutainment (Time).

    Super Portal merupakan situs yang memuat antara lain informasi berbasis e-commerce, aplikasi games, dan entertaintment. "Aplikasi yang diandalkan dari super portal ini adalah e-commerce," katanya.

    Menurut Rinaldi, pengembangan super portal tersebut dilakukan melalui anak usaha Telkom, Metranet. "Investasi sebesar dua juta dolar AS sebagian besar akan digunakan untuk sumber daya manusia, membangun aplikasi, dan pemasaran," ujarnya.

    Sedangkan penyediaan kapasitas infrastruktur bandwidth dan backbone tetap menyewa kepada induk perusahaan Telkom. Lebih lanjut dikatakan Rinaldi, pada masa depan perseroan akan mengandalkan bisnis internet sebagai sumber pendapatan selain seluler.

    Pada kuartal III 2009, layanan seluler melalui anak usaha PT Telkomsel mencatat pendapatan sebesar Rp21,04 triliun, naik 15,1 persen dibanding periode sama 2008 Rp18,280 triliun.

    Sedangkan pendapatan dari layanan data, internet, dan jasa teknologi informasi berkontribusi sebesar Rp12,42 triliun.

    "Langkah Telkom bertransformasi sudah sesuai dengan tren yang terjadi. Jika ada suara yang meminta Telkom fokus mengembangkan backbone itu akan menguntungkan pesaing," ujarnya kepada Antara.

    Ditambahkan Rinaldi, transformasi bisnis Telkom merupakan salah satu strategi perseroan mengantisipasi turunnya jasa telepon kabel.

    BS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.