TwitterPeek, Peranti Pertama Khusus Twitter

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Twitter Peek

    Twitter Peek

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Twitter ternyata tak hanya puas dengan membuat aplikasi web. Mereka kini juga membuat peranti yang khusus untuk nge-twit. Namanya TwitterPeek.
    Saat ide membuat peranti khusus nge-twit ini muncul di Twitter Inc. para pendiri Twitter langsung mengontak Jonathan Kaplan, pendiri perusahaan pembuat gadget yang sukses di 2009.

    Kaplan berhasil menjual produsen kamera Flip, Pure Digital Technologies Inc. kepada Cisco System Inc. senilai US$ 590 juta )sekitar Rp 590 miliar). Kaplan segera menghubungi Amol Sarva, pendiri Peek Inc, sebuah perusahaan yang dirancang seperti Pure Digital tapi spesialis membuat peranti pembaca surat elektronik secara mobile. Perusahaan ini bisa membuat peranti yang manis, gaya, tapi juga murah untuk mengirim dan menerima surel.

    Selanjutnya orang pun bisa melihat perkawian Twitter dan Peek yang disebut TwitterPeek. Ini peranti yang khusus untuk nge-twit.

    Peranti yang diproduksi denganwarna-warni menarik, seperti biru menyala, ini bisa mengirim dan menerima pesan Twitter.. Sarva mengatakan, peranti ini harganya cukup terjangkau cuma US$ 99 dengan langganan bulanan US$ 7,95 atau US$ 199 langganan seumur hidup.

    "Saya yakin, peranti ini akan mendapat sorotan luas. TwitterPeek ini sangat kontroversial," kata Sarva. "Orang mungkin belum tahu bahwa ada pasar luas untuk peranti penerima email."

    TwitterPeek hadir dengan tombol QWERTY. Peranti ini dilengkapi dengan koneksi jaringan telepon. Tak disebutkan di Amerika dipasarkan melalui operator apa.

    "Ini perjudian kecil," kata Sarva mengomentari peranti itu. "Twitter Peek adalah bagian dari rencana besar Twitter mobile."

    Peranti ini memiliki baterai yang cukup awet. Dia bisa bertahan selama tiga-empat hari.

    Peek sendiri adalah perusahaan yang bebasis di New York baru saja mendapat kucuran dana dari L Capital Partner dan RRE Ventures sebesar US$ 20 juta (sekitar Rp 20 miliar). Adapun Twitter, yang berbasis di New York, telah mendapatkan kucuran dana dari modal ventura sebesar US$ 155 juta (sekitar Rp 1,5 triliun).

    BS | WSJ | MASHABLE


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?