Mata-mata Jarak Jauh yang Andal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -Satu mobil terlihat "nongkrong" di area parkir dalam sebuah gedung. Tak ada kendaraan lain selain sedan mewah warna perak itu. Area parkir yang sepi dan lampu-lampu yang sudah dinyalakan menandakan hari sudah larut malam di tempat tersebut. Meski gedung kantor itu tampak sepi, kondisi area parkir yang dipantau lewat kamera closed circuit television (CCTV) itu sepertinya aman-aman saja, tak ada hal yang mencurigakan.

    Kondisi area parkir kantor pusat Cisco Systems di San Jose, California, Amerika Serikat, itu tak dipantau dari pos keamanan di sana, melainkan dimonitor secara langsung dari kantor Cisco Systems Indonesia di Jakarta melalui Cisco IP Video Surveillance System.

    Ini tidak berarti Cisco Indonesia turut bertanggung jawab atas kondisi keamanan kantor pusatnya di Amerika Serikat. Monitoring lewat jaringan Internet protokol (IP) yang dilakukan dari Jakarta pada Kamis pekan lalu itu sejatinya merupakan "demo kecil" yang digelar Cisco untuk memperkenalkan solusi peranti keamanan fisik terbarunya.

    Sistem pengawasan video dengan perangkat monitor berbasis Internet protokol--solusi yang baru diperkenalkan tersebut--akan memudahkan pengguna dalam mengintegrasikan sistem peranti keamanan fisik yang sudah dimilikinya, dengan infrastruktur teknologi informasi.

    Prio Utomo, direktur untuk system engineering-technology di PT Cisco Systems Indonesia, mengatakan sistem pengawasan video ini akan dijalankan dengan platform Integrated Services Router (ISR) Cisco. "Jadi, dengan ISR Cisco, pengguna tidak membutuhkan infrastruktur tambahan, karena sistem ini akan diintegrasikan dengan ISR yang ada," katanya.

    Portofolio pengawasan video Cisco ini terdiri atas Cisco Integrated Services Router seri 2800 dan 3800, Cisco IP Video Surveillance 16-port Analog Video Gateway (AVG) Network Module, Cisco Video Management and Storage System (VMSS) Network Module, Cisco Video Surveillance Operations Manager, serta Cisco Video Surveillance Media Server.

    Cisco ISR seri 2800 dan 3800 akan menggabungkan kemampuan jaringan data, suara, video, serta nirkabel ke dalam platform tunggal. Sedangkan IP Video Surveillance 16-port Analog Video Gateway Network Module terpasang di Cisco ISR untuk mengalirkan video dan aliran data pengawasan lainnya ke jaringan perusahaan.

    Modul jaringan AVG ini memungkinkan pengguna mengendalikan kamera dari jarak jauh. Dengan dukungan hingga 16-port CCTV analog dalam sebuah modul tunggal, AVG berkomunikasi dengan codec video Motion JPEG (MJPEG) dan MPEG4. "Modul ini yang akan mengkonversikan sistem analog ke sistem Internet protokol. Jadi pengguna yang sudah memiliki kamera analog tak perlu mengganti kameranya," ujar Prio.

    Adapun Video Management and Storage System Network Module adalah modul jaringan yang akan mengelola data video setelah dikonversi oleh modul AVG. Modul VMSS ini juga terpasang di Cisco ISR. Melalui antarmuka berbentuk browser, pengguna dapat melihat atau menyimpan video serta mengelola lebih dari satu perangkat dan aplikasi seperti kamera IP dan codec.

    Sedangkan Video Surveillance Operations Manager dirancang sebagai pusat pengendali keamanan, serta Cisco Video Surveillance Media Server adalah peranti lunak yang mengelola, menggandakan, menyebarkan, dan menyimpan video dalam sistem operasional keamanan terpusat.

    Modul-modul ini bisa diterapkan di sistem pengawasan video dengan 16-64 kamera. Menurut Prio, memanfaatkan jaringan Internet protokol sebagai platform untuk mengintegrasikan sistem keamanan lebih menguntungkan dunia usaha, terutama yang memiliki banyak kantor cabang. Operasional perusahaan lebih fleksibel serta mengurangi risiko gangguan keamanan.

    Dengan terintegrasinya peranti keamanan fisik dengan IP, maka pengawasan keamanan dapat dilakukan di lebih dari satu lokasi di saat bersamaan, seperti pemantauan keamanan kantor pusat Cisco di Amerika, yang dilakukan dari Jakarta itu.

    Beberapa waktu lalu IBM juga meluncurkan solusi pengawasan video, IBM Smart Surveillance System atau S3 yang juga berbasis Internet protokol. Seperti halnya produk IBM itu, sistem pengawasan video dari Cisco ini juga mampu mendeteksi berbagai hal yang terjadi di lokasi-lokasi yang terpantau kamera.

    Pengawasan video ini juga dilengkapi dengan beberapa fitur, di antaranya pendeteksi gerak atau motion detection. Pengguna bisa menandai area tertentu yang terpantau kamera. Jika ada gerakan-gerakan mencurigakan di area yang ditandai, sistem akan segera mendeteksinya. Sistem juga akan mendeteksi jika ada seseorang meninggalkan barang di suatu ruangan dalam waktu lama.

    "Jika mendeteksi hal mencurigakan, sistem akan mengirim peringatan-peringatan kepada petugas keamanan, bisa lewat telepon meja, SMS, atau perangkat handy-talkie," ujar Terence Lim, Director Physical Security Consultant Cisco Asia-Pacific. Solusi ini dibanderol dengan jangkauan harga US$ 1.000-5.000, di luar kamera.

    DIMAS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.