Bali Punya Mobil Pemantau Teroris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebagai daerah tujuan wisata, apalagi pernah diguncang serangan bom, dua kali, Bali membangun benteng keamanannya dengan puluhan unit kamera televisi sirkuit tertutup (CCTV) di seantero pulau. Kebanyakan disebar di Kuta, Nusa Dua, serta Denpasar, sebanyak 75 unit.

    Tidak cukup dengan yang terpasang diam, kepolisian Bali kini menambah dengan satu sistem kamera CCTV yang bisa berkeliling atau mobile. Terangkai dengan perangkat kamera lainnya yang ada di wilayah Bali, sistem baru ini memungkinkan polisi setempat mengisi celah lokasi yang belum terpantau atau malah sekaligus memantau kecelakaan dan pergerakan demonstrasi.

    Polisi memberi nama alat barunya itu Communication Mobile of Police Patrol Centre atau bisa juga Satellite Communication-Mobile (Satellite Commob). Tapi, apa pun namanya, ia lebih mirip outdoor broadcast van (OB van) milik stasiun-stasiun televisi yang biasa digunakan untuk siaran langsung dari lokasi kejadian.

    Tersambung dengan jaringan transmisi dari satelit Telkom 1, Satellite Commob memiliki teknologi digital yang memungkinkannya merekam dan menghimpun bukti apabila diperlukan untuk perkara di pengadilan. Perangkat interior, monitor, antena, dan komputer juga memungkinkannya untuk bisa digunakan menggelar konferensi video dengan markas besar di Jakarta.

    Juru bicara Kepolisian Daerah Bali, Komisaris Besar Gde Sugianyar Dwi Putra, mengatakan sistem senilai Rp 20 miliar--sudah termasuk jenis mobil bus mini Mitsubishi FE 84 BC yang didatangkan langsung dari Jepang--itu adalah bantuan yang bersifat prioritas dari Markas Besar Kepolisian Indonesia.

    Sejatinya, ada empat kota besar yang menjadi prioritas, yakni Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar, yang masing-masing mendapat satu unit. "Tapi kami yang pertama menerima," kata Sugianyar. "Mobil dibawa ke Polda Bali Kamis (22 Oktober) lalu."

    Secara umum, Sugianyar menjelaskan, mobil dengan peranti teknologi komunikasi yang khusus itu memudahkan komando dan kontrol kegiatan di lapangan. Terlebih dengan banyaknya acara internasional yang mengambil tempat di Pulau Dewata. "Mobil bisa untuk memonitor siaran langsung, bisa dipantau dari Jakarta juga, untuk mengendalikan jalannya kegiatan di lapangan," ujar Sugianyar.

    Untuk program jangka panjang, Sugianyar menambahkan, Satellite Commob bisa mengantisipasi ancaman terorisme. Komunikasi dari mobil ini bakal terhubung dengan Call Centre Polda Bali, Poltabes Denpasar, dan Polsek Kuta. Bisa "ditanam" di lokasi kegiatan secara temporer, Satellite Commob juga akan bersinergi dengan mobil-mobil patroli yang dilengkapi dengan GPS.

    "Tahun ini juga Satellite Commob akan dioperasikan," kata Sugianyar, sambil menuturkan, tingkat kesiapan sudah mencapai 95 persen. "Tinggal koneksi saluran," dia menambahkan.

    Budhi Suhardi, direktur di perusahaan yang membantu merakit Satellite Commob, PT Trimega Cipta Kreasindo (Tritak), menyatakan ada dua unit kamera yang digunakan. Antena fly away vertex rsi 2,4 meter juga dipasang manual untuk menunjang operasional.

    Mobil juga disebutkan Budhi jadi seperti mobil komando dengan meja dan ruang pertemuan serta meja operator. Kapasitasnya untuk sementara sembilan orang, belum termasuk sopir. "Untuk memaksimalkan fungsinya, perangkat laptop bisa saja ditambah satu unit, tapi ruang dalam mobil akan menjadi semakin sempit," katanya.

    Satellite Commob rencananya akan dioperasikan di bawah tanggung jawab Bidang Telematika Polda Bali yang menjadi perpanjangan tangan Divisi Telematika Mabes Polri. Untuk itu, Budhi menambahkan, beberapa kali pelatihan sudah dilakukan dan operator telah disiapkan.

    NI LUH ARIE SL (DENPASAR)


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?