Peranti-peranti Pendukung Windows 7

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Untuk mendukung sistem operasi anyar Windows 7, Microsoft pun memperbarui jajaran produk perangkat keras pendukung sistem komputer. Pada pertengahan pekan lalu, perusahaan ini meluncurkan keyboard baru yang mendukung Windows 7.

    Keyboard itu bernama Wireless Comfort Desktop 5000. Alat itu terdiri atas keyboard dan tetikus. Pendukung Windows 7 yang dijejalkan di keyboard ini adalah tombol taskbar.

    Biasanya di bagian atas tombol keyboard pada desktop hanya ada tombol-tombol angka dan fungsi, seperti F1 sampai F12. Namun, pada keyboard baru itu terdapat sederet tombol taskbar. Bila dipencet-pencet, Anda akan beralih dari satu jendela ke jendela lain yang sedang dioperasikan.

    Seperti diketahui, Windows 7 memungkinkan kita mengarahkan kursor ke taskbar dan taskbar akan menampilkan jendela-jendela kecil (termasuk pratinjau di desktop) bila kursor di arahkan kepadanya.

    Nah, tombol-tombol taskbar di keyboard Wireless Comfort Desktop 5000 memungkinkan bernavigasi di jendela-jendela yang sedang kita operasikan di komputer satu per satu.
    "Ini baru awalan karena Windows 7 juga baru diluncurkan. Tapi nanti akan lebih serius untuk mengintegrasikan lebih perangkat ini dengan Windows 7," kata Ian Tan, Marketing Communication Manager Microsoft Hardware Asia Tenggara.

    Keyboard ini didesain berbentuk kurva untuk menyesuaikan postur tangan saat mengetik dengan kemiringan 6 derajat. Artinya, kita akan menempatkan tangan pada posisi yang nyaman saat mengetik. Apalagi di bawah tombol terbawah ada area palmrest.
    Keyboard berbanderol Rp 960 ribu ini terhubung ke komputer secara nirkabel melalui gelombang frekuensi 2,4 GHz. Ia memiliki mini-transceiver yang bisa menghubungkan keyboard dan komputer sejauh maksimal 30 kaki atau sekitar 9,1 meter.

    Adapun tetikus yang dijual bersamaan dengannya adalah Wireless Mouse 5000. Tetikus ini bekerja dengan teknologi nirkabel BlueTrack. Teknologi ini memungkinkan tetikus melakukan tugasnya di berbagai permukaan yang mengkilap atau memantulkan cahaya.
    Tetikus ini bisa dioperasikan di atas berbagai permukaan, dari kaca, granit, kayu, sampai karpet. Ia terhubung ke komputer dengan gelombang frekuensi 2,4 GHz.

    Wireless Comfort Desktop 5000 dan tetikusnya merupakan satu dari empat produk baru yang diluncurkan Microsoft Hardware pada saat itu. Selain keyboard dan tetikus berbasis frekuensi 2,4 GHz ini, Microsoft menawarkan tetikus lain dari model Wireless Mobile Mouse 4000.

    Secara teknologi, tetikus berbanderol Rp 449-579 ribu ini sama dengan Wireless Mouse 5000. Perbedaannya terletak pada desain warna-warni yang dibalurkan ke tubuhnya. Selain itu, tetikus ini memiliki transceiver Snap-in Nano--yang akan mematikan tetikus saat transceiver dimasukkan ke tubuhnya. Ini berguna untuk menghemat baterai.

    Produk lain adalah keyboard berbasis Bluetooth, yaitu Bluetooth Mobile Keyboard 6000. Keyboard ini terdiri atas sebuah keyboard dan sebuah papan ketik numerik. Keduanya terhubung ke komputer via Bluetooth.

    Desain keyboard seharga Rp 1,1 jutaan ini juga berbentuk kurva dengan dimensi yang tipis dan ringan. Ia bekerja dengan bantuan baterai untuk memancarkan radio Bluetooth selama 10 bulan. Di tubuhnya ada indikator untuk menyatakan kondisi tenaga baterai.

    Microsoft juga menciptakan kamera web seharga Rp 960 ribu dengan sensor 720 piksel, yang memungkinkan dilakukan perekaman gambar definisi tinggi. Kecepatan rekamnya 30 frame per detik dan mendukung rasio 16 : 9 untuk tampilan layar lebar.

    Kamera ini bukan kamera web biasa karena mendukung autofocus, teknologi ClearFrame untuk mengurangi noise pada pencahayaan rendah, termasuk penghilang noise pada mikrofon, lensa kaca, dan resolusi lensa 5 megapiksel.

    Harry Kartono, National Sales Manager Microsoft Hardware Indonesia, mengatakan kehadiran produk-produk anyar ini melengkapi segmen Microsoft di pasar mid-end dan low-end. Sebelumnya, produk keyboard dan tetikus yang pernah diluncurkan setengah tahun lalu itu mengambil segmen premium.

    DEDDY SINAGA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.