Kolaborasi Twitter dan LinkedIn

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengguna situs microblogging Twitter kini bisa saling berhubungan dengan situs jejaring sosial LinkedIn. Para pengguna mereka bisa saling silang layanan dengan mencontreng sebuah kolom pada masing-masing account Twitter maupun LinkedIn.

    LinkedIn adalah situs jejaring sosial bagi para profesional dengan sekitar 50 juta pengguna di seluruh dunia. Berbeda dengan Facebook, di LinkedIn pengguna bisa membagi resume atau CV untuk melamar pekerjaan selain menjalin kontak dengan teman-temannya. 

    Bila Twitter memiliki kolom pesan yang bisa menampung 140 karakter untuk dikirimkan kepada para follower-nya, di LinkedIn juga ada kolom status berkapasitas 140 karakter. Nah, pengguna LinkedIn bisa memperbarui status sekaligus mengirimkan pembaruan itu ke kolom Twitter-nya.

    Allen Blue, salah seorang pendiri Twitter, mengatakan pengguna bisa memiliki materi pesan apa saja yang bisa dikirimkan langsung via Twitter. Menurutnya, dengan penggabungan ini pengguna Twitter profesional dapat memanfaatkan identitas yang kuat pada LinkedIn untuk meningkatkan kesuksesan karirnya.

    DEDDY SINAGA | REUTERS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?