Universitas Brawijaya Juara Umum Kompetisi Roket Air

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah panitia mengawasi pembuatan dan peluncuran roket air yang terbuat dari botol minum bekas di Bantul, Yogyakarta (29/10). Lomba diikuti siswa SMP tingkat Nasional.  ANTARA/Regina Safri

    Sejumlah panitia mengawasi pembuatan dan peluncuran roket air yang terbuat dari botol minum bekas di Bantul, Yogyakarta (29/10). Lomba diikuti siswa SMP tingkat Nasional. ANTARA/Regina Safri

    TEMPO Interaktif, Malang - Tim Ottoman dari Universitas Brawijaya Malang berhasil menyabet gelar juara umum dalam kompetisi roket air yang berlangsung dua hari sejak Selasa (10/11).

    Gelar juara umum diraih setelah Ottoman berhasil menyabet empat predikat juara dari enam kategori lomba.

    Gelar juara Ottoman didapat dari kategori best vertical, best presentasi roket, best horizontal, dan aplikasi roket horizontal dan vertikal.

    "Kami bangga atas prestasi ini, apalagi Ottoman berhasil mempertahankan gelar sebagai juara umum," kata Rektor Universitas Brawijaya Yogi Sugito, Kamis (12/11).

    Juara umum kedua dan ketiga masing-masing diraih oleh ARC dari Universitas Indonesia dan Nakula dari Universitas Gadjah Mada.

    Dalam kompetisi kali ini, panitia melombakan lima kategori, yakni presentasi roket, aplikasi roket horizontal dan vertikal, best launcher, best vertical, dan best horizontal. "Hadiahnya uang pembinaan dan trofi," kata Ketua Panitia Kompetisi M. Rizal Arfianto.

    Ketua Tim Ottoman Tri Adi Widodo mengatakan roket tim tahun ini merupakan modifikasi dari roket yang menang tahun lalu. Bersama dua rekannya, Ana Sri dan Dannis Sutarjo, tim menyelesaikan roketnya dalam waktu dua bulan.

    Komponen utama roket air ini meliputi roket, launcher, dan kompresor. Bagian utama dari roket adalah sirip, hidung, selonsong, dan ruang kompresor. "Roket bisa dimanfaatkan untuk melemparkan kabel di daerah perbukitan yang tidak bisa dijangkau dengan berjalan kaki," katanya.

    Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Universitas Brawijaya. Tahun ini merupakan tahun kedelapan penyelenggaraan kompetisi.

    BIBIN BINTARIADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.