Jaringan Telepon Kabel Tetap Diminati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Meski "diserang" jaringan selular, PT Telkom Tbk meyakini layanan telepon tetap kabel (fix wireline) akan terus diminati pelanggan karena memiliki keunggulan dibanding layanan komunikasi lainnya.

    "Meski terjadi penurunan pelanggan dari tahun ke tahun, telefon tetap kabel masih diminati," kata Direktur Konsumer Telkom I Nyoman G Wiryanata, di Jakarta, Rabu.

    Nyoman menjelaskan, empat keunggulan layanan telefon tetap kabel yaitu kualitas suara yang lebih jernih karena menggunakan saluran kabel, sambungan telepon yang tidak gampang putus, dan dapat ditingkatkan untuk jaringan internet berkecepatan tinggi (broadband) seperti ADSL.

    Dengan keunggulan itu ,ujarnya, Telkom akan terus meningkatkan layanan tambahan agar lebih menarik minat masyarakat. Salah satu upaya yang gencar dilakukan perusahaan adalah mengganti jaringan kabel tembaga menjadi serat optik.

    "Upgrade jaringan dilakukan agar infrastruktur kabel dapat dialiri internet berkapasitas tinggi, selain juga mengemas program paket layanan," katanya.

    Salah satu program yang sedang digarap Telkom untuk pelanggan telefon tetap adalah Paket Tagihan Tetap. Dalam program ini pelanggan dimungkinkan memperoleh tarif yang lebih rendah karena disesuaikan dengan lama dan waktu percakapan.

    Nyoman mengatakan jumlah pengguna telepon kabel Telkom saat ini mencapai 8,7 juta nomor, atau hanya naik sekitar 200.000 satuan sambungan per tahun. Ia meyakini, meskipun fix wireline tergerus layanan seluler, jika kualitas layanan telepon kabel direvitalisasi maka penurunan pelanggan tidak akan besar.

    "Kita optimistis wireline masih tetap dipilih dibanding wireless karena empat keunggulan," ujarnya seperti dikutip Tempo dari Antara.

    Nyoman mengatakan jika program kampanye penggunaan telefon tetap terus ditingkatkan dengan jaminan kualitas, maka penambahan pelanggan diproyeksikan bisa mencapai 400.000 satuan sambungan.

    BS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?