Ledakan Aplikasi pada Tahun Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Lembaga riset dan data analisis International Data Corporation (IDC) memprediksi tahun depan bakal menjadi tahunnya aplikasi. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan teknologi informasi.

    Dalam prediksi itu, akan terjadi jurang pemisah di pendakian dari perangkat ponsel, seperti platform strategi komersial, dengan bisnis pengembang, di mana terdapat lebih dari 1 miliar akses Internet. Ledakan juga terjadi pada aplikasi triple iPhone, aplikasi Android, dan rencana kedatangan iPad milik Apple.

    Bagi perusahaan Apple, untuk meraih 300 ribu aplikasi pada tahun depan, dibutuhkan lebih dari 180 ribu aplikasi dari yang ada sekarang. "Sedangkan untuk mencapai pertumbuhan lebih dari setahun, Apple membutuhkan pengujian lebih dari 692 aplikasi," kata IDC dalam siaran persnya akhir pekan lalu.

    Apple mengklaim telah menerima lebih dari 10 ribu aplikasi baru dari submisi per minggu sehingga volumenya tetap ada. Perusahaan ini memang harus secara signifikan mempercepat persetujuan proses aplikasi jika menginginkan angka pertumbuhan yang tinggi.

    Gambaran prediksi teknologi Android lebih mirip skenario yang menantang. Aplikasi Android tidak kurang dari 20 ribu aplikasi dari sebelumnya, tapi akan meningkat pada tahun depan. Untuk menambah 80 ribu aplikasi tambahan ke pasar Android, Google membutuhkan 370 aplikasi baru setiap hari, tidak termasuk pada akhir pekan.

    Meskipun pasar Android menjadi penantang utama toko aplikasi iPhone Apple, ada jarak di antara keduanya dari segi volume aplikasi. Survei sebelumnya oleh pengembang Android menemukan bahwa mayoritas responden tidak senang dan tak puas atas revenue yang mereka terima dari pengembangan aplikasi Android.

    Demikian juga dengan toko aplikasi. Lebih dari 100 juta aplikasi diunduh setiap bulannya. Namun, tak terlacak berapa yang dihapus dan yang tak diuji sebelumnya. "Jadi, banyak pula aplikasi yang diunduh, seperti Window Shopping, dan setelahnya tak ketahuan lagi," ujar juru bicara IDC.

    PCWoord | Dian Yuliastuti

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.