Virgin Luncurkan Pesawat Wisata Antariksa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo

    AP Photo

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Wisata antariksa yang mulai ditawarkan ke masyarakat sipil oleh badan antariksa Amerika tahun 2001 kini mendapat saingan dari operator swasta yang menawarkan harga jauh lebih menarik. Seperti halnya persaingan dalam bisnis maskapai, bisnis wisata antariksa itu mendapat pesaing kelas ekonomi.

    Miliarder Inggris pemilik maskapai Virgin Atlantic Airways Richard yang menguasai 360 perusahaan dalam grup Virgin meluncurkan sendiri pesawat roket antariksa baru milik grup itu hari Senin lalu di Amerika Serikat yang diberi nama Virgin Galactic.

    Dengan andalan harga yang jauh di bawah tarif NASA atau RKA (Rusia) yaitu sekitar US$200.000 (sekitar Rp1,8 miliar), orang-orang yang punya rasa ingin tahu besar serta semangat berpetualang yang tinggi namun tidak begitu kaya bisa menikmati panorama bumi dari ketinggian 60.000 kaki (18.288 meter atau 18,2 kilometer) sambil merasakan sensasi gaya grafitasi nol.

    Bandingkan dengan harga yang ditawarkan badan antariksa Rusia sekitar US$45 juta.

    Pesawat yang diperkirakan menelan biaya US$400 juta (Rp3.7 triliun) itu akan dapat menampung enam penumpang dan dikemudikan dua astronot, dan Branson sendiri akan menjadi penumpang pertama pesawat itu.

    Bagi yang berminat, pesawat itu baru akan berangkat 18 bulan lagi tapi itu pun sudah ada 300 orang yang masuk dalam antrian. Melihat biayanya, paket perjalanan itu rasanya bukan mustahil bagi miliarder-miliarder Asia atau Indonesia sekalipun, apa lagi mereka yang namanya masuk dalam 40 besar orang terkaya.

    SYDNEY MORNING HERALD | RONALD


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.