Badai Antariksa Diperkirakan Bergeser ke 2013

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bandung - Bintik hitam matahari yang menandakan bakal munculnya badai antariksa, sejauh ini masih terpantau sedikit. Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional memperkirakan puncak siklus matahari bakal bergeser dari 2012 ke 2013.

    Menurut Kepala Bidang Matahari dan Antariksa LAPAN Bandung, Clara Yatini, siklus puncak badai terjadi antara 9-11 tahun. Saat ini diperkirakan puncaknya terjadi pada 2012. "Ternyata sampai sekarang belum muncul banyak bintik hitam," katanya, Kamis (10/12).

    Awalnya, ujar dia, siklus matahari ke-24 nanti bakal lebih besar ledakannya daripada siklus sebelumnya. "Diamati kok (matahari) seperti masih malas begitu," katanya. Para peneliti LAPAN memperkirakan, ledakan di matahari tidak begitu besar sehingga dampaknya tidak mengganggu kehidupan di bumi.

    Menurut Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN Bandung, Sri Kaloka Prabotosari, badai antariksa hasil aktivitas matahari saat puncak siklus mampu melontarkan milyaran ton partikel berkekuatan energi tinggi.

    Jika sampai ke bumi, burung-burung bisa kehilangan arah dan komunikasi lewat radio serta telepon seluler juga terganggu. "Karena satelit bisa berhenti beroperasi sementara," katanya.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.