Intel Bantu Progam Laptop untuk Guru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Intel Semiconductor Ltd akan membantu program laptop untuk guru di Indonesia. Dengan program ini nantinya para guru akan mempunyai laptop sendiri dan mampu mengajar dengan program yang dibuatnya dengan laptop tersebut.

    Vice President and General Manager Intel Asia Pasific Navin Shenoy mengatakan, pihaknya  telah berbicara dengan Menteri Pendidikan Mohammad Nuh tentang program ini. Para guru dapat mencicil kepemilikan laptop dengan harga yang terjangkau oleh guru.

    Secara bertahap Intel akan memberikan pelatihan bagi puluhan ribu guru di seluruh Indonesia. Rencananya program ini akan mulai bulan ini di Surabaya, Jawa Timur. "Kami akan memberi pelatihan kepada 30 ribu guru dan bertahap mereka bisa bekerja dengan program mereka," ujar Shenoy kepada itempo, disela-sela acara diskusi layanan akses nirkabel Broadband di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (10/12).

    Menurut Shenoy, untuk program ini mereka akan dilatih membuat program sehingga bisa menghasilkan bahan mengajar bagi murid-muridnya. Selain itu, Intel juga akan memberikan program pelatihan untuk para pengembang dan sekaligus meningkatkan kandungan lokal di dalam negeri.

    Country Manager Intel Indonesia Corporation Budi Wahyu Jati mengatakan, untuk program ini para guru dilatih membuat prgram-program ajar dengan processor yang tertanam dalam laptop. "Kapasitasnya juga cukup besar sampai 40 gigabyte," ungkap Budi.

    Untuk kepemilikan laptop ini Intel membantu finansial para guru karena hanya membayar Rp 315 ribu per bulan. Program kepemilikan laptop ini, para guru akan mencicil selama 18 bulan.

    Shenoy juga mengatakan dukungan ini sebagai salah satu langkah untuk penerapan teknologi informatika di dunia pendidikan. Namun, menurutnya, program ini harus didukung dengan jaringan koneksi internet yang merata di seluruh Indonesia.

    "Karena itu sekarang butuh koneksi dan kami yakin dengan layanan akses nirkabel broadband bisa menjangkaunya," ujar Shenoy.

    DIAN YULIASTUTI
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.