Menguji Kamera Canon Legria FS200  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Canon Legria FS200

    Canon Legria FS200

    Canon Legria FS200TEMPO Interaktif, Jakarta - Seorang pria menimang-nimang sebuah camcorder merah yang mungil sambil menggelengkan kepala seperti tak habis pikir. "Ringan sekali," kata Ronald Samosir, nama pria 34 tahun itu.
     
    Ronald mengakui ekspektasinya berbeda dengan kenyataan. "Saya kira tadi kameranya cukup berat meski ukurannya kecil," ujar pelatih tae kwon-do yang sedang menimbang ingin membeli kamera video itu.

    Ronald membandingkan camcorder Canon Legria FS200 itu dengan produk Sony HDR-TG3E yang memang mungil sekali. Bobotlah yang menjadi salah satu pembeda kedua produk yang bersaing itu.
     
    Secara fisik, Legria FS200 adalah camcorder yang mungil sekaligus ringan. Ini adalah tipikal camcorder dengan media penyimpanan solid-state. Produk ini lebih ringan ketimbang yang memakai penyimpanan kaset atau hard disk seperti buatan Sony itu.

    Dengan bobot hanya 230 gram, FS200 terasa begitu ringan. Tapi pada tubuhnya yang mungil itu, Canon masih bisa membenamkan teknologi yang mumpuni.

    Camcorder ini menggunakan baterai Li-ion yang bisa bertahan sampai 3 jam dan 17 menit. Daya tahan ini cukup untuk merekam video berukuran 12 Gigabita (GB). Dengan pengisian ulang sekitar 20 menit saja, baterainya sudah bisa dipakai kembali untuk melakukan perekaman dalam waktu yang lama.
    Lensanya mampu melakukan pembesaran sampai 37 kali dan pembesaran digital sampai 2.000 kali. Bila pada tubuhnya tertulis 41x Advanced Zoom, ini berarti sensor 0,8 megapikselnya mampu menangkap gambar secara lebih detail, bahkan bila lensanya sudah mencapai pembesaran penuh 37 kali. Sedangkan pembesaran 2.000 kali bermakna ia mampu melakukan perekaman dari jarak jauh, namun kurang mendetail.

    Camcorder ini tak dilengkapi penyetabil gambar optikal. Ini menjadi catatan tersendiri. Tapi pada prakteknya, penyetabil elektroniknya tak buruk-buruk amat. Malah masih bisa bersaing dengan sistem optikal pada Panasonic SDR-S26.

    Bagaimana dengan kualitas gambar? Camcorder ini memang bukanlah perekam yang diciptakan untuk video definisi tinggi. Alat itu standar-standar saja.

    Meskipun begitu, kualitasnya tidak mengecewakan. Camcorder ini mampu menghasilkan rekaman yang cukup tajam, warna yang nyata, dan noise rendah pada pencahayaan yang kurang.
     
    Hanya, FS200 membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyesuaikan fokusnya pada kondisi lampu sorot yang berkelap-kelip. Contoh kasus adalah saat Tempo memakainya untuk merekam aksi demi aksi para pemain sirkus di Depok beberapa waktu lalu.

    Kekurangan ini tertutupi oleh kualitas suara yang ditangkapnya sepanjang perekaman. Saat rekaman sirkus tadi dipindahkan ke komputer, tanpa perlu melakukan penyesuaian audio, hasilnya sudah terasa jelas tertangkap oleh mikrofon camcorder tersebut.

    Camcorder ini memiliki fitur video snapshot (merekam klip video pendek selama 4 detik saban memencet tombol Rekam), Pre REC (merekam adegan 3 detik sebelum memencet tombol Rekam), dan Dual Shot (merekam video dan memotret foto). Dengan adanya fitur-fitur ini, camcorder itu sudah cukup memadai untuk digunakan membuat film kecil-kecilan.

    Canon menyertakan beberapa peranti lunak dalam kemasan camcorder ini. Peranti lunak itu adalah PIXELA. Lewat software itu, pengguna bisa mentransfer hasil perekaman, membaginya secara mudah, menyunting, mengkonversi berkas, sampai menyalinnya ke cakram DVD.

    Legria FS200 masih satu keluarga dengan FS22, FS21, dan FS20. Keempatnya memang termasuk keluarga camcorder standar, dengan penggunaan model penyimpanan yang berbeda-beda. Legria FS22, misalnya, memiliki memori internal sebesar 32 GB yang bisa ditingkatkan dengan kartu SDHC berkapasitas maksimal 16 GB.

    Adapun FS21 memiliki memori internal 16 GB, sedangkan FS20 memakai 8 GB. Namun, fitur keduanya serupa dengan FS22. FS200 memang lain sendiri, lantaran hanya memakai metode penyimpanan eksternal.

    Keluarga FS yang lain sama-sama memakai Advanced Zoom 45x, sedangkan FS200 hanya menggunakan Advanced Zoom 41x. FS200 memang tercipta untuk kelas entry-level di tengah keluarganya. 

    DEDDY SINAGA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?