2009 Tahunnya Jejaring Sosial

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Tahun 2009 adalah tahunnya jejaring sosial. Tapi tak lagi sekadar tempat untuk bicara hal yang remeh-temeh, jejaring sosial sudah menjadi media komunikasi yang agak serius karena merembet sampai ke isu ekonomi dan politik sesungguhnya.

    Pengguna jejaring sosial pun semakin meluas. Bila sebelumnya didominasi remaja dan anak sekolah, para orang tua sampai kakek dan neneknya pun terlibat di jejaring tersebut. "Tahun 2009 akan dikenal sebagai masa jejaring sosial menjadi sebuah mainstream," kata Dan Olds, analis di Gabriel Consulting Group kepada situs berita PCWorld.com, hari ini.

    "Inilah tahunnya ketika ibu, ayah, dan sampai nenek menemukan Facebook dan Twitter serta memakainya sebagai bagian dari hidup," kata Olds lebih lanjut. "Kebanyakan malah baru pertama kali melakukannya."

    Di ranah bisnis, perusahaan pun mulai memandang penting peran jejaring sosial di dalam bisnis mereka, terutama di tengah resesi. Perusahaan seperti Zappos.com dan Dell mendapatkan konsumen baru melalui metode Web 2.0 itu.

    Sampai saat ini pengguna Facebook telah mencapai 350 juta. Pada April Nielsen Co. melaporkan bahwa pengguna Facebook menghabiskan waktu 13,9 miliar menit di situs tersebut, 700 persen lebih tinggi ketimbang awal tahun yang mencapai 1,7 miliar menit.

    Peningkatan pun terjadi di Twitter. Pada Maret, pengunjung Twitter dari Amerika Serikat naik 131 persen dari Februari menurut comScore Inc. Sedangkan Experian Hitwise, perusahaan monitoring Internet, menyebutkan bahwa lalu lintas Twitter itu meningkat menjadi 1.170 persen pada September dibandingkan awal tahun.

    Perintis jejaring sosial seperti MySpace justru menurun. Pangsa pasarnya di Amerika Serikat digerus Facebook, sehingga turun dari 55 persen menjadi 30 persen pada September.

    Satu-satunya persoalan besar yang menjadi tantangan bagi jejaring sosial adalah tentang bagaimana meraup pendapatan dan laba. Pada 2009 boleh jadi mereka kelihatan sibuk meramu content dan menciptakan fitur-fitur andalan. Namun, pada 2010 mereka mesti memikirkan bagaimana menghasilkan laba.

    Menjelang akhir tahun ini, Twitter telah didekati oleh Google dan Microsoft. Microsoft pun telah menjalin komunikasi dengan Facebook. Namun belum ada satu pun pernyataan seperti apa hasil kerjasama dan berapa nilai duitnya. "Fase adaptasi sudah lewat, kini saatnya periode penentuan tentang nilai," kata Jim McGregor, analis di In-Stat.

    DEDDY SINAGA | PC WORLD


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.