Nepal Buat Kartu Identitas Digital

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kathmandu-- Pemerintah Nepal berencana menerapkan kartu identitas digital yang memuat semua informasi warganya. Kartu ini untuk menggantikan kartu identitas tradisional dan sertifkat kependudukan, kartu suara, surat izin mengemudi, paspor, dan kartu ATM.


    Kantor Perdana Menteri menamakan kartu identitas tersebut sebagai kartu Biometric Smart Card. “Kartu ini akan dikenal sebagai kartu identitas nasional,” ujar sekretaris kantor ini. Nantinya, sebuah angka spesifik akan disediakan untuk seorang penduduk. Mereka mendapatkan semua fasilitas yang disediakan negara berdasarkan kartu tersebut.

    Kartu ini akan mempunyai rekaman sidik jari digital. Di dalamnya memuat nama, alamat, tanggal lahir, status pernikahan, dan lainnya. Data-data tersebut akan mempermudah pendataan termasuk kelahiran, kematian, perpindahan dan registrasi pernikahan. Dengan kartu tersebut diharapkan juga mengendalikan masalah serta mengelola keamanan nasional.


    XINHUA/DIAN YULIASTUTI



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.