Microsoft Akan Bertahan Di Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Eugene Hoshiko

    AP/Eugene Hoshiko

    microsoftTEMPO Interaktif, New York - Jika perusahaan Google merencanakan hengkang dari Cina, maka perusahaan piranti lunak Microsoft tetap akan bertahan di negeri tirai bambu itu. Microsoft tidak merencanakan menarik bisnisnya keluar dari Cina setelah Google Inc terancam menghentikan bisnisnya karena klaim serangan cyber pada layanan emailnya. 

    CEO Microsoft Steve Balmer sebagaimana dikutip CNBC mengatakan hal itu pada Kamis (14/1) waktu setempat. "Serangan cyber tidak menguntungkan jalan hidup, tidak hanya di Cina tapi juga diluar," ujar Balmer. "Kami tetap beroperasi di Cina. Kami akan tetap menghormati hukum," ujar Balmer lagi. 

    Sebelumnya pesaing Microsoft, Google, mengatakan lebih dari 20 perusahaan besar telah menjadi target serangan yang terorganisir di Cina. Microsoft sendiri mengatakan tidak mempunyai bukti dari layanan email atau jaringan perusahaan telah diserang. "Bisnis akan tetap berjalan seperti biasanya di Cina," ujarnya. 

    Google mengatakan pertengahan Desember mendeteksi serangan pada infrastruktur perusahaannya dari Cina karena pencurian hak intelektual. Dia mengatakan lebih dari 20 perusahaan telah tersusupi meski sebenarnya pakar cyber mengatakan lebih banyak lagi yakni 34 perusahaan.

    Perusahaan keamanan McAfee mengatakan serangan sebelumnya terjadi pada Google dan bisnis lainnya. Mereka juga mengeksploitasi kelemahan Internet Explorer. Microsoft kemudian mengirimkan saran untuk memberikan pertolongan mitigasi pada pengguna atas masalah tersebut.

    Balmer mengatakan serangan adalah hal biasa. "Kami diserang tiap hari dari semua bagian dunia dan saya pikir setiap orang juga begitu. Kami tidak melihat yang luar biasa," ujarnya. 


    Pemerintah Cina sendiri tidak mengkhawatirkan rencana hengkangnya Google karena hacking dan penyensoran. Pemerintah Cina mengatakan keputusan raksasa internet itu tidak bakal mempengaruhi hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat. 

    Juru bicara Menteri Perdagangan Cina Yao Jian mengatakan masih banyak cara untuk mengatasi kembali isu Google.Tidak hanya Google. Dia menegaskan semua perusahaan asing harus menghormati hukum Cina.

    "Keputusan yang dibuat Google tidak akan mempengaruhi hubungan perdagangan dan ekonomi Sino-US, sebagai dua sisi mempunyai cara untuk mengkomunikasikan dan menegoisasikan satu sama lain," ujar Yao Jian dalam keterangan persnya. "Kami percaya dengan hubungan dagang yang sehat dengan Amerika Serikat," ujarnya. 

    Pemerintah Amerika Serikat mengatakan terlalu dini untuk mengetahui hubunganAS-Cina bakal terpengaruh oleh hengkangnya Google. 

    REUTERS | DIAN YULIASTUTI

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?