Situs New York Times akan Terapkan Sistem Berbayar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • New York Times

    New York Times

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pembaca setia New York Times kini menunggu kabar yang kurang menggembirakan. Maklum, blog New York Magazine pada Ahad lalu mewartakan bahwa Arthur Sulzberger Jr, chairman New York Times, bakal mengumumkan keputusan baru: medianya sebagai content berita berbayar bagi pembaca. 

    Kebijakan baru itu rencananya diterapkan paling cepat setelah Apple meluncurkan komputer tablet pada 27 Januari dan paling lambat pada musim semi 2010. Bill Keller, Redaktur Eksekutif New York Times, menolak memberikan komentar. "Kami akan mengumumkan keputusan ketika telah selesai membuat pendekatan bisnis yang terbaik," kata Diane McNulty, juru bicara media itu kepada New York Magazine. 

    Sumber yang dekat dengan Sulzberger mengatakan, perdebatan internal di New York Times dimulai sejak tahun lalu. Keller dan redaktur pelaksana Jill Abramson disebut-sebut mendukung model content berbayar. Sedangkan Nisenholtz dan mantan redaktur pelaksana Jon Landman, yang kini menangani nytimes.com, setuju dengan model membebaskan pembaca. 

    Pada September 2007, New York Times sebenarnya mengeluarkan beleid baru, yang membebaskan pembaca online-nya. Ketika itu surat kabar berjulukan Old Gray Lady ini berharap memperoleh masukan iklan yang lebih besar ketimbang dari pembaca yang membayar. 

    Sebelum September 2007, program bertajuk Timeselect mewajibkan pembaca membayar US$ 49,95 per tahun atau US$ 7,95 per bulan untuk membaca hasil karya kolumnis populer, seperti Thomas Friedman, Maureen Dowd, dan Paul Krugman. 

    Firma ComScore menyebut, sepanjang Mei 2009, page-view New York Times dikunjungi 124 juta pembaca dengan waktu dua menit delapan detik setiap berkunjung. Times masuk urutan ketiga dari lima besar media online berbahasa Inggris yang paling banyak diklik pengguna Internet. Nisenholtz menyebut New York Times sebagai koran global dengan pembaca fanatik hingga 20 juta orang. Menurut dia, angka ini menarik bagi iklan online. Hal itu terlihat pada homepage thenytimes.com yang penuh terisi iklan. 

    Namun, krisis keuangan global tahun lalu menurunkan iklan online. Keller dan teman-temannya kurang yakin iklan online bakal tumbuh besar dan menguntungkan guna menutupi biaya operasional redaksi dan lainnya. Kabarnya, menurut New York Magazine, kebijakan "menggratiskan" dikoreksi. Ada tiga sistem yang dikaji internal New York Times. Pertama, pay wall yang merupakan sistem berbayar klasik dengan membagi content situs menjadi dua, yang gratis dan subscription-only. Kedua, NPR-style membership; dan terakhir metered system, yang menyediakan fasilitas bagi user untuk membaca content gratis sebelum memberikan biaya untuk content selanjutnya. 

    Menurut New York Magazine, Times ada kemungkinan memilih sistem yang ketiga. Dengan sistem ini, Times mengambil keuntungan dari dua kategori pengguna: pembaca fanatik dan pembaca sambil lalu. Melalui sistem ini, pemasukan dapat didapat dari dua sumber, iklan yang mengacu pada traffic dan pelanggan yang mengacu pada content.

    UNTUNG WIDYANTO | NEW YORK MAGAZINE 




     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.