Antisipasi Siaran Digital, LG Luncurkan TV LED

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - LG Electronics Indonesia meluncurkan TV Digital dengan teknologi LED pertama di Indonesia. Televisi ini merupkan televisi dengan teknologi LED backlight. 

    LG, kata CE Marketing Manager PT LG Electronics Indonesia, Park Sang Hee, memang mengantisipasi siaran digital yang bakal dilakukan stasiun televisi terestrial seperti Indosiar, RCTI, SCTV, Trans TV. Karena itu, televisi ini dilengkapi dengan teknologi tuner untuk menangkap siaran TV digital. 

    "Televisi ini memiliki resolusi tinggi full HD 1920 x 1080 piksel sehingga gambarnya tajam dan jernih," ujar Park Sang Hee saat peluncuran Infinia di Senayan City, (21/1).

    Berbeda dengan televisi LCD biasa, Infinia menggunakan dioda untuk menyalakan panel layarnya. Infinia juga menggunakan teknologi LED backlit denan ketebalan 2,9 cm. Fitur lainnya, yakni layar anti silau dan Full HD untuk mengurangi pantulan cahaya yang mengganggu. Selain itu untuk gambar yang bergerak cepat, tajam dan detail halus didukung dengan teknologi LG Trumotion 100 Hz.

    "Teknologi ini sekaligus mengurangi efek blur untuk kejelasan gambar," ujarnya. 

    LG mendesain dengan satu lembar kaca khusus yang digunakan pada bagian depan, dipasang dari tepi ke tepi. Ini untuk membuat tevenya menjadi seperti tanpa batas tepi atau borderless. 

    Fitur teknologi lainnya yakni tersedia USB 2.0 port tersembunyi di balik Infinia untuk pilihan media digital lebih banyak seprti file JPEG, MP3, MPEG4, DivX, dari hard drive eksternal, kartu memori atau USB drive. Pengguna juga dapat mengendalikan perangkat audio video LG dengan satu remote dari fitur LG Simplink. 

    Televisi ini tersedia dalam berbagai ukuran yakni 42 inci dan 47 inci. Harganya dibandrol dengan harga Rp 25 juta untuk ukuran 42 inci dan Rp 29 juta untuk ukuran 47 inci. 

    DIAN YULIASTUTI

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.