Akhirnya Astronot Bisa Nge-Facebook dan Twitter di Antariksa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto yang disiarkan kantor berita REUTERS hari ini (25/11), memperlihatkan astronot Randy Bresnik sedang memeriksa dan merawat Stasiun Luar Angkasa Internasional pada akhir pekan lalu.  AP/NASA

    Foto yang disiarkan kantor berita REUTERS hari ini (25/11), memperlihatkan astronot Randy Bresnik sedang memeriksa dan merawat Stasiun Luar Angkasa Internasional pada akhir pekan lalu. AP/NASA

    TEMPO Interaktif, Cape Canaveral - Stasiun Antariksa Internasional (ISS) memang penuh barang berteknologi sangat maju. Tapi untuk urusan Internet, mereka ketinggalan jauh. Baru pekan lalu para astronot itu diberi akses Internet.

    Akses Internet ini terjadi setelah salah satu astronot yang tinggal di stasiun antariksa sejak sebulan silam, Timothy Creamer, mengutak-atik sistem komunikasi di ISS. Ia menyambungkan laptop yang dibawa astronot di antariksa dengan satu komputer di pusat kendali di bumi.

    Usaha Creamer ini berhasil. Maka, pada Jumat (22/1), Creamer menjadi astronot pertama yang mengirim pesan via Internet. Ia menulis tweet di Twitter.

    Bunyinya? "Hello Twitterverse! We r now LIVE tweeting from the International Space Station -- the 1st live tweet from Space! :) More soon, send your ?s."

    Sebelum mereka mendapat akses Internet, para astronot kadang melakukan update Twitter. Tapi caranya tradisional, mereka mengirim email ke pusat kendali di Houston. Petugas di Houston akan mem-posting pesan itu di Twitter.

    Dengan akses ini, maka Creamer--dan empat astronot lain di antariksa yakni seorang lagi dari Amerika, seorang Jepang, dan dua Rusia--bisa dengan gampang membuka Facebook atau Twitter.

    NASA tentu saja berharap mereka tidak terlalu asyik ber-Facebook atau Twitter sehingga pekerjaan utama sebagai astronot yang baik terlantar. Mereka mendapat rambu-rambu seperti pegawai negeri Amerika Serikat lain, yang  menjagar agar Internet untuk keperluan pribadi tidak menganggu kerja.

    AP/NURKHOIRI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?