Anak Tangga Menuju Surga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - SELAMAT DATANG di Burj Khalifa. Saya yakin sepuluh dari tiap sepuluh orang di sini tahu bahwa kita sedang berada di pencakar langit tertinggi di dunia. Dengan bangga saya sampaikan bahwa ini bukan sekadar menara, tapi tiap lantainya adalah anak tangga menuju surga. 

    Tinggi gedung ini sekitar 828 meter. Di Indonesia ini setara dengan tumpukan tujuh Monas. Bila strukturnya ditenggelamkan di Laut Jawa, 700 meter di antaranya masih akan berada di atas permukaan laut. 

    Saya merasa--dan cepat atau lambat Anda pasti akan setuju--menara 166 lantai ini lebih tepat disebut kota vertikal ketimbang pencakar langit biasa. Di sini ada seribu apartemen, lebih dari seratus restoran, hotel dengan seratusan kamar yang dirancang sendiri oleh Giorgio Armani, berlantai-lantai fitness center, lebih dari seribu toko, dan 3.000 tempat parkir. 

    Sekarang Anda sedang berada di lantai dasar dari gedung yang sebelumnya akan dinamai Burj Dubai. Kami tidak menyebutnya ground floor, tapi downtown. Artinya bukan pusat kota, tapi kota di lantai bawah. 

    Di downtown Anda bisa belanja di supermarket terbesar di dunia, The Dubai Mall. Luasnya 1 juta meter persegi, kira-kira setara dengan 50 kali kompleks perbelanjaan mewah Senayan City. Ada 1.200 toko di sini, termasuk 70 butik rumah mode internasional. Jadi, bila Anda meluangkan waktu satu menit saja untuk mengunjungi semua toko di sini, Anda baru selesai mampir di toko terakhir 20 jam kemudian. 

    Jika ingin suasana pasar tradisional Arab, sila keluar mal. Ada Souk al-Bahar yang memiliki 100 toko dan 22 restoran. Ada juga Gold Souk, pasar emas dengan 220 gerai. 

    Downtown memiliki jalan seperti di kota sungguhan, tapi tentu saja tak ada mobil. Namanya Emaar Boulevard. Lebarnya 73 meter, panjangnya 3,5 kilometer. Di kiri-kanannya terdapat toko-toko juga. 

    Nah, Tuan dan Puan, mari kita ke lantai atas. Anda tak perlu takut tragedi World Trade Center New York bakal terjadi di sini. Gedung ini dibangun pada 2004, pascaserangan teroris ke WTC. Maka desainernya, Skidmore, Owings & Merrill, yang bermarkas di Chicago, membikin rangka baja gedung ini sangat rapat hingga tak akan runtuh diterjang pesawat terbang. Jadi, dengan bangga saya memberi tahu bahwa gedung Emaar Properties yang dibangun dengan biaya US$ 1,5 miliar ini siap melawan serangan seburuk ke WTC. 

    Silakan memilih eskalator atau lift untuk naik. Anda bisa menggunakan salah satu dari delapan eskalator atau 57 lift yang tersedia di gedung ini. Saya merekomendasikan Anda untuk mencoba lift kami yang melesat 10 meter per detik--ini pengangkut vertikal tercepat di dunia. Kami juga memiliki lift terbesar di dunia, tapi ini hanya dipakai untuk evakuasi. Lift khusus dengan dek ganda itu bisa mengangkut 65 orang sekaligus atau beban hingga 5 ton. 

    Kita harus mampir sebentar di lantai 9, ke Armani Hotel Dubai. Menempati lantai 9-16, hotel ini memiliki 160 kamar yang berkonsep “Stay with Armani”. Kamar-kamarnya dirancang sendiri oleh Giorgio Armani dan mebelnya Armani/Casa. Semua serba Armani di sini--dari Armani/Spa, Armani/Dolci (toko cokelat dan manisan), Armani/Fiori (toko bunga), hingga tentu saja Armani/Galleria. 

    Di atas hotel ini, mulai lantai 19 sampai 108, terdapat 900 unit apartemen. Di dalamnya ada perpustakaan, spa, restoran, pasar, hingga cigar club--semua khusus untuk penghuni. Pusat publik apartemen ini adalah The Club yang menempati empat lantai. Jika Anda ingin membeli apartemen seharga US$ 1.500 per meter persegi ini, saya menyarankan untuk sekaligus berkantor di gedung ini. Di atas apartemen ini ada 37 lantai yang disediakan untuk kantor. Lobinya ada di lantai 123. 

    Kalau lobi tak bisa meredam stres saat bekerja, coba naik setingkat ke observation deck. Geladak ini hanya dibuka tiap Selasa untuk umum, dengan karcis US$ 27. Karena Anda penghuni Burj Khalifa, Anda bisa datang kapan pun. Dari geladak itu Anda bisa melihat cakrawala, bahkan menerabas perbatasan hingga beberapa kilometer. Anda juga bisa melihat “adik” menara ini yang tak kalah terkenal, Burj al-Arab. Atau melihat Palm Jumeirah di pulau buatan berbentuk pohon kurma. 

    Sayangnya, pemilik pulau buatan itu, Michael Jackson, sudah di surga. Tapi, jika Tuhan mengizinkan, Anda pun bisa melihat lantai surga dari tempat ini. 

    Bandingkan!

    Dibanding gedung-gedung pencakar langit lainnya, Burj Khalifa memang terlihat amat jangkung.

    Burj al-Khalifa

    828 meter

    Dubai 

    2009

    Taipei 101

    508 meter

    Taiwan

    2004

    Menara Petronas

    452 meter

    Malaysia

    1998

    Willis (Sears) Tower

    442 meter

    Chicago, Amerika Serikat

    1974

    Empire State Building

    381 meter

    Kota New York, Amerika

    1931

    Burj al-Arab

    321 meter

    Dubai

    1999

    Monumen Nasional

    128 meter

    Jakarta

    1975

    QT 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?