13 Negara Asia Mendeklarasikan Gerakan Penyelamatan Harimau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/WWF-PHKA

    AP/WWF-PHKA

    harimauTEMPO Interaktif, Hua Hin - Bertepatan dengan datangnya tahun macan dalam penanggalan Cina, 13 negara Asia sepakat melindungi mamalia nyaris punah itu dan berupaya melipatgandakan jumlah harimau liar hingga 2022. Mereka juga sepakat melarang pembuatan jembatan dan proyek infrastruktur lain yang dapat mengancam habitat binatang itu.

    Namun draf deklarasi yang harus diadopsi oleh ke-13 negara itu, Jumat lalu, ternyata tidak menyebutkan anggaran baru untuk mendanai upaya konservasi, yang menurut para ilmuwan seharusnya juga dilipatgandakan. Draf itu hanya berisi komitmen dari negara-negara itu untuk menggunakan uang dari ekoturisme, proyek infrastruktur, dan finansial karbon untuk membiayai program penyelamatan harimau.

    "Dengan kemauan politik dan implementasi kegiatan yang diperlukan, kepunahan harimau liar dapat dicegah," demikian bunyi deklarasi itu. "Konservasi harimau amat penting untuk melindungi keanekaragaman hayati dan melestarikan bagian vital dalam warisan nasional kita."

    Deklarasi itu dibuat oleh para pejabat yang menghadiri Ministerial Conference on Tiger Conservation I di resort Pantai Hua Hin, Thailand. Kepala negara dari 13 negara itu akan menyetujui deklarasi tersebut pada pertemuan di Vladivostok, Rusia, September mendatang.

    Jumlah harimau di alam merosot tajam dalam beberapa dekade terakhir akibat pelanggaran batas yang dilakukan manusia dan perburuan liar untuk memperdagangkan daging dan bagian tubuh harimau lainnya. Kini habitat harimau telah menciut hingga kurang dari sepersepuluhnya. Jumlah harimau yang diperkirakan mencapai 100 ribu pada awal abad ke-20, kini hanya tersisa kurang dari 3.500 ekor.

    John Seidensticker, kepala ekologi konservasi di Smithsonian National Zoological Park dan Ketua Save the Tiger Fund, mengatakan draf deklarasi itu memasukkan semua komponen untuk menjamin pemulihan populasi harimau secara berkesinambungan.

    Selain menargetkan melipatgandakan populasi harimau, konferensi yang diikuti Bangladesh, Bhutan, Kamboja, Cina, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Burma, Nepal, Rusia, Thailand, dan Vietnam itu sepakat melindungi habitat inti harimau. Begitu juga zona penyangga dan koridor yang menghubungkan suaka margasatwa dengan taman nasional.

    Deklarasi itu juga mendukung pelarangan perdagangan bagian tubuh harimau dan mengurangi perburuan liar melalui penegakan hukum yang lebih tegas. "Jika kita melakukan semua yang ada dalam deklarasi ini, kita akan mengembalikan populasi harimau sehingga hasilnya positif, bukan negatif," kata Seidensticker. "Saya sangat gembira dengan kesepakatan ini."

    TJANDRA | AP


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?