Makin Tua Makin Sedikit Tidur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • www.hottubbliss.com

    www.hottubbliss.com

    TidurTEMPO Interaktif, Guildford - Berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk tidur masih menjadi misteri, apalagi manusia tampaknya kian sulit tidur sejalan dengan semakin beranjaknya usia. Banyak studi, sebagian besar didukung oleh industri farmasi, menunjukkan bahwa hampir semua orang kurang tidur dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan karena kurang istirahat.

    Namun sebuah penelitian anyar di Inggris mengeluarkan konfirmasi indikasi sebelumnya bahwa orang lanjut usia tidak membutuhkan waktu tidur terlalu lama. Riset itu juga menunjukkan bahwa variasi lama tidur yang diperlukan adalah normal dan sehat, sepanjang orang itu tidak terus-menerus mengantuk sepanjang hari. "Penuaan yang sehat tampaknya berasosiasi dengan penurunan durasi dan kedalaman tidur yang diperlukan untuk mempertahankan kesiagaan pada siang hari," kata ilmuwan dari University of Surrey di Inggris, Senin lalu.

    Meski begitu, para ilmuwan memberi peringatan bahwa banyak orang dalam masyarakat modern menderita kurang tidur. Hal itu dapat mengarah pada berbagai kesulitan, mulai kecelakaan kerja sampai risiko yang jauh lebih berat, seperti jatuh, bahkan kematian pada orang lanjut usia.

    Studi itu melibatkan 110 orang dewasa sehat yang tak memiliki kelainan tidur dan tidak mengeluh kurang tidur. Mereka menjalani beragam siklus periode tidur dan bangun dalam berbagai kondisi, serta menjalani tes apakah mereka mengantuk selama periode sadar.
    Pada malam pertama dengan 8 jam di atas kasur, kelompok orang berusia 20-30 tahun rata-rata tidur 433,5 menit (7,23 jam). Rata-rata waktu tidur kelompok usia 40-55 tahun sekitar 409,9 menit (6,83 jam), sedangkan kelompok usia 66-83 tahun hanya 390,4 menit (6,51 jam).

    Perbandingan antarkelompok itu amat jelas, dengan kelompok tertua beristirahat sekitar 20 menit lebih sedikit dibanding kelompok usia menengah, yang tidur sekitar 23 menit lebih sedikit daripada kelompok termuda. Jumlah waktu dalam tidur lelap, yang diukur sebagai "tidur gelombang lambat", juga lebih sedikit pada kelompok lanjut usia.

    "Mengantuk pada siang hari diukur dengan meminta sukarelawan itu untuk tidur siang, yang digabungkan dengan total jam tidur," kata pemimpin studi Derk-Jan Dijk, pakar fisiologi dan tidur di University of Surrey. "Tapi kami harus hati-hati. Tidur sejenak terlalu sore akan membuat Anda merasa segar sepanjang sisa hari, tapi juga mengganggu episode waktu tidur malam," kata Dijk.

    Ketika mereka diminta berbaring dan mencoba tidur siang, kelompok lanjut usia justru tidur lebih lama, yaitu 14,2 menit. Rata-rata waktu yang digunakan kelompok usia 20-30 sekitar 8,7 menit dan kelompok usia 40-55 tahun 11,7 menit.

    Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Sleep itu, para ilmuwan memperingatkan bahwa jika Anda mengantuk pada siang hari, mungkin Anda membutuhkan lebih banyak waktu tidur. "Temuan kami menguatkan kembali teori bahwa tidaklah normal bila orang tua selalu mengantuk sepanjang siang," kata Dijk. "Apakah Anda muda atau tua, jika Anda mengantuk terus sepanjang siang hari, itu berarti Anda kurang tidur atau menderita kelainan tidur."

    Para ilmuwan mengaku hingga saat ini mereka belum bisa memahami sepenuhnya peran tidur maupun berapa lama tidur yang dibutuhkan setiap orang.Sebuah studi yang dilakukan tahun lalu mengindikasikan bahwa secara genetika, beberapa orang memang terprogram hanya butuh tidur lebih sedikit.

    Studi Dijk juga didukung oleh sebuah penelitian pada 2008, yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology. Dalam studi itu, para sukarelawan diminta berbaring di tempat tidur selama 16 jam setiap hari dan lampunya dimatikan. Hal itu dilakukan untuk melihat berapa lama mereka tidur. Ternyata kelompok yang berusia lebih muda tidur selama 9 jam, sedangkan orang yang lebih tua hanya tidur selama 7,5 jam.

    "Penjelasan paling sederhana untuk studi yang kami lakukan adalah orang tua membutuhkan tidur lebih sedikit," kata Elizabeth Klerman, dokter dari Brigham and Women's Hospital, serta pengajar di Harvard Medical School di Boston. "Mereka hanya tidur lebih sedikit meski sudah diberi kesempatan untuk tidur lebih lama. Itu mungkin terjadi karena perubahan dalam kemampuan tertidur dan tetap tidur yang dipengaruhi oleh usia."

    Pada penelitian 2008 itu, Dijk dan Klerman juga menemukan bahwa sebagian besar orang sehat, terutama yang masih muda, tidak bisa mendapatkan waktu tidur sebanyak yang yang mereka butuhkan.

    Jika Anda merasa mengantuk terus pada siang hari, Dijk menyarankan Anda segera memeriksakan diri. Namun, bila Anda hanya tidur 6 atau 7 jam sehari dan merasa segar, "berarti itu OK," ujarnya. Sebaliknya, jika Anda merasa baik-baik saja, tapi mengantuk pada saat rapat atau terkantuk-kantuk ketika menonton televisi, "Mungkin Anda punya masalah tidur," kata Dijk.

    TJANDRA | LIVESCIENCE


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.