Kejar iPad, Amazon Akuisisi Teknologi Layar Sentuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • kindle apad

    kindle apad

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Amazon tak mau kalah langkah dari  Apple Inc. yang telah meluncurkan buku digital iPad. Amazon baru saja mengakusisi Touchco, sebuah perusahaan baru yang bergerak di teknologi layar sentuh. Kesepakatan ini terjadi Rabu (4/2)

    Dengan langkah ini Amazon ingin memperkuat buku digitalnya Kindle. Amazon adalah salah satu pelopor buku digital. Dia telah menjual 1,5 juta Kindle dan mengandeng banyak penerbit untuk menerbitkan ratusan ribu buku digital. Langkah inilah yang kemudian diikuti Apple dengan iPad.

    Teknologi iPad yang lebih memikat, misalnya, layarnya tak hitam putih, layarnya dilengkapi teknologi multitouch seperti halnya iPhone dan iPod. Dengan teknologi ini orang bisa membesarkan atau mengecilkan gambar dengan gerakan seperti mencubit.

    Ketinggalan teknologi itulah yang ingin dikejar Amazon. Mereka akan menggabungkan Touchco dengan staf divisi Kindle, yakni Lab 126, di kantor mereka Cupertino, California.

    Jurubicara Amazon, Mary Osako, tidak mau berkomentar soal merger tersebut. Pendiri Touchco juga bersikap senada.

    Touchoo menggunakan teknologi yang disebut interpolating force-sensitive ressitance.  Dengan teknologi ini layar bisa disentuh untuk memberikan instruksi. Layar itu juga bening dan murah. Biaya produksinya cuma Rp 93.000 atau US$ 10  untuk layar ukuran 30 centimeter persegi.

    Touchco juga bisa mengenali multi sentuhan  dan bisa membedakan sentuhan ringan dan sentuhan berat. Perusahaan ini merancang layar ini untuk ditempelkan pada sebuah layar kristal cair (LCD), mirip dengna yang digunakan iPad atau komputer tablet yang diperknalkan Hewlett Packard.

    Amazon juga berencana membubuhkan "warna" pada layar Kindle agar lebih atraktif. Selama ini Amazon menggunakan teknologi layar E-ink, dengan layar hitam putih namun baterainya bisa tahan sampai seminggu. Bandingkan dengan iPad yang baterainya tahan cuma 10 jam.

    Gara-gara Kindle pula, Amazon juga telah membuka kode software Kindle yang selama ini tertutup. Pembukaan kode ini bertujuan mengajak para developer software mengembangkan aplikasi menarik untuk Kindle. Dalam soal aplikasi tambahan, Kindle memang kalah dengan iPad. Peranti sentuh ini telah menggandeng ratusan ribu aplikasi, seperti games, hiburan, atau organizer.

    Donalr Norman, profesor di Northwestern University, mengatakan kepada New York Times, bahwa untuk bersaing dengan iPad, Kindle bisa melakukan banyak terobosan. Teknologi E-Ink yang membuat baterainya lebih tahan lama bisa menjadi andalan bagi para pembaca buku serius. Dia yakin Amazon bisa bersaing dengan memasang harga yang lebih murah ketimbang iPad. Cara kedua, kata dia, adalah bersaing dengan iPad dalam menyodorkan peranti yang bisa menampilkan aplikasi multimedia.  

    BS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.