Acer Seriusi Pasar Ponsel Pintar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • acer

    acer

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Sejak mengakuisisi ETEN pada 2008, Acer tampaknya masih percaya diri melangkah di pasar ponsel pintar. Kiprahnya boleh juga. Berdasarkan riset pasar, setidaknya Acer telah meraih pangsa pasar sekitar 3,5 persen sampai akhir tahun lalu.

    Perusahaan ini memang tak memasang target muluk-muluk. Sampai 4-5 tahun ke depan, targetnya adalah merebut 6-7 persen pangsa pasar.

    Setelah seri yang Tempo kenalkan pada tahun lalu, Acer mencoba menawarkan seri anyar beTouch. Seri ini terdiri atas tiga model, yaitu beTouch E100, E101, dan E200.

    Sebetulnya nama-nama ponsel di seri beTouch ini adalah nama pengganti. Sebelumnya, E100 dikenal dengan nama Acer C1, E101 adalah E1, dan E200 adalah L1.

    Nama ini diganti saat ketiganya menyerbu pasar Eropa baru-baru ini. Ketiga sudah memakai sistem operasi terbaru Windows Mobile 6.5.
    Di sektor "mesin", Acer memasang prosesor Qualcomm 7225 berkecepatan 528 Mhz dengan memori RAM 256 megabita dan ROM 512 megabita. "Mesin" ini sama dengan yang dipakai oleh HTC pada ponsel Windows dan Android-nya tahun lalu.

    Selaku ponsel pintar, beTouch menawarkan fitur komputasi dan Internet. Dengan Windows Mobile 6.5, ponsel-ponsel itu mendukung berbagai aplikasi berbasis Windows.

    Aplikasi ini bisa diakses dengan dua langkah cepat. Ini lantaran Acer mendesain antarmuka (interface) tersendiri dalam mengoperasikan Windows Mobile. Antarmuka Acer UI 3.0 memungkinkan akses cepat ke berbagai aplikasi personal.

    Acer beTouch E100 dan E101 memakai layar sentuh berukuran 3,2 inci roda gulung di bagian bawahnya. Roda ini memudahkan pengguna dalam mengakses situs Internet, menggeser layar, maupun melakukan pembesaran.
    Selaku ponsel pintar di level standar, E100 dan E101 hanya bekerja di jaringan 2G (EDGE/GPRS). Namun ia sudah mendukung Push E-mail dan kemampuan menghubungkan fitur kamera ke situs jejaring sosial seperti Flickr.

    Agar harga bisa ditekan, Acer melakukan beberapa kompromi. Tubuhnya dibungkus material plastik. Alhasil, Anda takkan merasakan sentuhan seperti iPhone pada tubuhnya.
    Tapi desain ponsel berdimensi 113 x 56 x 12,8 milimeter ini juga terasa bergaya, terutama pada baluran warna hitam yang glossy. Penutup baterainya bisa diganti dengan warna-warna lain.

    Acer tak banyak menaruh tombol tak perlu di tubuhnya. Hanya ada tombol power, menu, dan navigasi. Ada pula tombol pintasan ke kamera 2 megapikselnya. Terasa minimalis. Ia pun bisa dipakai bernavigasi karena sudah memiliki A-GPS dan peta.

    Di seri ini, beTouch E200 adalah trah yang tertinggi. Ponsel ini sudah bekerja di jaringan 3G dengan teknologi HSDPA yang mengunduh dengan kecepatan maksimal 7,2 megabita per detik dan HSUPA untuk mengunggah dengan kecepatan transfer maksimal 5,76 megabita per detik.

    Layar sentuh beresolusi WQVGA-nya memang lebih kecil ketimbang E101, hanya berukuran 3 inci. Untuk navigasi, ada tombol empat arah di bawah layar. Adapun input-nya bisa memakai keypad numerik yang tersembunyi di tubuh bagian belakang. Geser saja!

    Acer UI 3.0 pada ponsel ini memungkinkan akses langsung ke e-mail, daftar kontak, kalender, dan musik. Termasuk situs-situs favorit, seperti Google Maps, YouTube, dan Google Search.

    Bodinya dibalur warna hitam dengan bingkai kromium di bagian sisi-sisinya. Bagian punggung dilapis bahan karet. Ini membuatnya terasa aman dalam genggaman.

    Pengguna bisa mengelola daftar kontak dan mengintegrasikannya dengan foto, account chatting, situs jejaring sosial, sampai alamat e-mail-nya. Konvergensi ini memudahkan pengguna menghubungi kontaknya dengan berbagai cara.

    DEDDY SINAGA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?