Dosen di Surabaya Bikin Hidung Elektronik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Dosen Teknik Elektro di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, menciptakan hidung elektronik dari rangkaian sensor dan sistem saraf buatan. Hidung buatan itu bisa menggantikan pekerjaan hidung manusia yang kadang tidak konsisten karena sangat tergantung pada perasaan dan kesehatan seperti pilek.

    “Hidung ini nantinya bisa digunakan dalam pengujian aroma daun tembakau, atau pekerjaan lainnya seperti mencium bau gas solvent atau polutan yang bisa berbahaya untuk kesehatan,” kata Muhammad Rivai, dosen itu, di sela-sela seminar tentang sains dan teknologi yang digelar Indonesia Toray Science Foundation, kemarin.

    Rivai menjelaskan, prototipe hidung buatannya sudah dibekali dengan latihan mencium 16 jenis bau. Menggunakan simulasi komputer, latihan harus diulang hingga ribuan kali untuk memastikan hidung mengenal setiap jenis bau yang disodorkan kepadanya. “Saat ini kemampuannya mengidentifikasi bau-bau itu sudah mencapai 85 persen,” katanya.

    Rivai mengungkapkan, hidung elektronik itu dikerjakannya disela-sela kegiatannya mengajar sejak 2002. Bagian tersulit adalah sensor yang menggantikan fungsi sel-sel penciuman hidung manusia yang asli.
    (WURAGIL)


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?