Cokelat dan Risiko Stroke

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Ini mungkin cara paling enak dan manis untuk menurunkan risiko terserang stroke: makan cokelat. Itu berdasarkan analisis sebuah riset yang dirilis 11 Februari lalu dan akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Academy of Neurology ke-62 di Toronto pada 10-17 April 2010. Studi lain menemukan bahwa makan cokelat dapat menurunkan risiko kematian setelah terkena stroke.

    Analisis itu diperoleh setelah meninjau tiga studi tentang cokelat dan stroke. "Perlu lebih banyak riset untuk menentukan apakah cokelat benar-benar dapat menurunkan risiko stroke atau apakah orang yang lebih sehat mempunyai kecenderungan makan cokelat daripada orang lain," kata Sarah Sahib, peneliti di McMaster University di Hamilton, Ontario, Kanada. Sahib bekerja sama dengan Gustavo Saposnik, dokter yang bekerja di rumah sakit St. Michael dan University of Toronto, tempat studi dilangsungkan.

    Khasiat cokelat untuk melindungi tubuh dari risiko serangan stroke itu diduga karena penganan itu kaya antioksidan yang disebut flavonoid. Sahib menyatakan masih dibutuhkan riset lebih lanjut untuk memastikan manfaat cokelat bagi kesehatan. Meski demikian, beberapa tahun terakhir banyak bukti yang menunjukkan dampak positif senyawa flavonoid yang terkandung dalam cokelat, begitu pula anggur merah, terhadap kesehatan kardiovaskuler.

    Studi pertama yang dilakukan Sahib menemukan bahwa 44.489 orang yang makan satu porsi cokelat per minggu memiliki risiko terkena stroke 22 persen lebih rendah daripada orang yang tak makan cokelat. Studi kedua menemukan bahwa 1.169 orang yang makan 50 gram cokelat setiap pekan memiliki risiko meninggal setelah terkena stroke 46 persen lebih rendah daripada orang yang tak mengkonsumsi cokelat.

    Para ilmuwan hanya menemukan satu studi tambahan yang relevan dengan riset yang mereka kerjakan. Namun studi itu tak menemukan adanya hubungan antara makan cokelat dan risiko terkena stroke atau kematian.

    L SCIENCEDAILY


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?