Ponsel Khusus Buat Guru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia bersama Serikat Pekerja Seluruh Indonesia meluncurkan ponsel khusus bagi para guru. Ponsel ini berisi konten-konten yang membantu guru memenuhi kebutuhan mengajar.

    Untuk mendistribusikan ponsel ini, mereka menggandeng klub Guru Indonesia. Guru dinilai sebagai target pasar potensial. Executive General Manager Telkom Flexi Triana Mulyatsa mengatakan ponsel ini menyesuaikan kebutuhan para guru. Mereka mengharapkan sekitar sejuta guru menggunakan ponsel ini.

    "Kami menggarap konten-konten yang disesuaikan dengan para guru ini," kata Triana dalam peluncuran Flexi Klub Guru Indonesia di Jakarta, akhir pekan lalu. Triana optimistis target Telkomsel tercapai karena guru perlu informasi dan teknologi. Ponsel ini, kata Triana, diharapkan bisa memberikan solusi dan layanan pendorong kreatifitas para guru.

    "Kami tak ingin terjebak permainan harga, tapi terus mengembangkan konten yang memberi nilai tambah bagi guru," Triana menambahkan.

    Deputy Commerce Executive General Manager Telkom Flexi Judi Achmadi menjelaskan Flexi Klub Guru merupakan layanan berbasis On Device Portal. Maksudnya, layanan didesain khusus sesuai kebutuhan para guru. "Isinya seperti Aturan Kebijakan, Hot News, Kompetensi dan Kurikulum Pendidikan, Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah, Kios Musik, Kios Buku, Kios Digital, Discount Klub dan Siraman Rohani," Judi menuturkan.

    Telkom menawarkan paket bundling Flexi Klub Guru Indonesia dalam tiga tipe ponsel, dari harga Rp 325 ribu hingga Rp 999 ribu. Judi mengatakan akhir tahun lalu Telkom Flexi mempunyai 15,7 juta pelanggan. Dengan belanja modal sebesar US$200 juta, Telkom menargetkan bisa menggaet sedikitnya 18 juta pelanggan akhir tahun ini.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.