Operator Telekomunikasi Dominasi Pengguna Twitter Paling Komunikatif

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Barcelona, Spanyol - Operator telekomunikasi mendominasi daftar pengguna jejaring sosial Twitter yang paling sering berinteraksi dengan publik di seluruh dunia. Dominasi operator mencapai hampir sepertiga dari sepuluh besar index TweetLevel Edelman terhadap 1,000 pengguna Twitter paling aktif di dunia.

    Edelman menggunakan algoritma khusus dalam mengukur para pengguna Twitter. Ukuran didasarkan pada sejumlah kriteria, satu di antaranya daya tarik tulisan-tulisan mereka terhadap khalayak dan keterlibatan mereka dalam komunitas Twitter. Temuan ini disampaikan dalam Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol.

    Dalam hal ‘keterlibatan’ di Twitter (tingkat keaktifan pengguna Twitter berpartisipasi di komunitas Twitter mereka), Operator T-Mobile USA meraih urutan pertama, disusul Vodafone (kedua), Vodafone UK (ketiga), Optus (kelima), Vodafone New Zealand (kesembilan) dan Telstra (kesepuluh).

    Operator Asia Tenggara berdasarkan Edelmen hanya masuk di seratus besar daftar indek. Bob Grove, Managing Director Edelman Asia Tenggara, mengatakan, "Walaupun operator telekomunikasi di Asia Pasifik telah mulai menggunakan Twitter sebagai alat komunikasi, mereka perlu meningkatkan keterlibatan agar dapat benar-benar meraih manfaat dari saluran komunikasi ini."

    Operator di Asia Pasifik yang masuk seratus besar menurut tingkat ‘keterlibatan’ mereka, yakni Korea Telecom, Tata DoCoMo dan LG Telecom. Digital Brand Index dari Edelman Asia Pacific belum lama ini menobatkan Twitter sebagai saluran tempat publik berbagi berita tentang merek-merek teknologi di seluruh Asia.

    Para operator di wilayah ini disarankan menggunakan medium ini untuk meningkatkan keterlibatan dan pengaruh mereka terhadap para konsumen. Secara global, operator telekomunikasi tak semata-mata menggunakan Twitter untuk meyebarkan pesan atau promosi – seperti yang dapat dilihat dalam peringkat ‘influence’ atau pengaruh dalam TweetLevel, dimana para operator justru kurang terwakili kehadirannya – melainkan untuk terlibat dan berinteraksi dengan komunitas mereka, yang pada banyak kasus terjadi melalui komunikasi dua arah.

    "Twitter telah menunjukkan pertumbuhan yang pesat di Asia Pasifik dan memberikan peluang sempurna bagi para operator untuk terlibat langsung dengan konsumen," kata Bob. Cara ini dinilai akan membangun dan memperkuat kesetiaan pelanggaran dan Average Revenue Per User (APRU).

    PURW


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?