Peneliti Temukan Molekul Penyembuh Jaringan Ginjal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • www.uke.de

    www.uke.de

    TEMPO Interaktif, Amerika Serikat - Para ilmuwan telah menemukan molekul yang bekerja melalui sistem kekebalan tubuh untuk memperbaiki kerusakan ginjal dan akan mengarah pada terapi baru memberbaiki luka sejumlah sistem organ. Temuan ini dilaporkan Proceedings of the Natonal Academy of Sciences (PNAS) pekan ini dari penelitian gabungan Cincinnati Children's Hospital Medical Center dan Brigham & Women's Hospital of Harvard Medical School.

    Studi bisa jadi penting bagi proses pencangkokan setelah tiada penyembuhan efektif dari masalah ginjal akut yang kerap menjadi persoalan di rumah sakit dan klinik. Berdasarkan peneliti senior

    Richard Lang dari divisi Pediatrik Ophthalmologi and Developmental Biology Cincinnati Children's, and Jeremy Duffield, M.D. dari Brigham and Women's Hospital, penyakit ginjal dan komplikasi jantung merupakan penyebab kematian yang serius. Penyakit tersebut menimpa sekitar 16 juta anak di Amerika Serikat.

    Perbaikan dengan mekanisme molekuler melibatkan sel darah putih, yang bernama macrophages – bagian dari sistem kekebalan – yang merespon jaringan rusak dengan memproduksi protein bernama Wnt7b. Ilmuwan mengidentifikasi Wnt7b selama eksperimen pada tikus yang mengalami luka ginjal. Wnt7b telah diketahui sebagai formasi jaringan ginnjal yang penting selama perbaikan organ embrionik. Dalam studi ini, para ilmuwan menemukan protein yang memperbaiki jaringan organ dan regenerasi luka pada ginjal.

    "Dari temuan ini, kami menyarankan memindahkan ginjal yang terluka dan memproduksi Wnt7b, macrophage merupakan cara awal menghidupkan lagi partikel untuk merawat organ yang juga berguna untuk memperbaiki jaringan," kata Dr. Lang. "Temuan ini juga mengindikasikan jalan kecil yang munkin akan penting terkait regenerasi jaringan dalam dan memperbaiki ogran lain."

    Wnt7b merupakan keluarga protein Wnt, yang dikentahui membantu mengatur sel sebagaimana mereka berkembang biak, berkembang dan menjadi sel khusus untuk tubuh. Protein Wnt juga telah dihubungkan ke akar sel sunsum tulang dan kulit, yang disarankan para peneliti bahwa Wnt mungkin ada hubungan dengan regenerasi jaringan.

    Para peneliti melakukan sejumlah eksperimen terhadap luka ginjal pada tikus untuk mengindetifikasi jalur perbaikan. Hasilnya, memisahkan macrophage sel darah putih melalui proses ablation mengurangi tingkat respon dari protein Wnt ke sel ginjal yang luka.

    Penghapusan protein Wnt7b dari macrophage mengindari perbaikan fungsi jaringan normal dari luka ginjal. Memasukkan protein calked Dkk2 ke luka pada ginjal, yang berinteraksi dan diketahui membantu mengatur jalur perbaikan embrionik Wnt, memperbesar proses perbaikan macrophage-Wnt7b. Ini juga mengembalikan permukaan sel kulit permukaan ginjal.

    Lang dan Duffield mengatakan perbaikan jalur mungkin akan berguna bagi luka organ lain karena macrophage bertindak seperti respon tubuh dalam keadaan tertentu, kerepotan menjadi jaringan dalam ketika mengalami kerusakan. Faktor lain adalah pusat jalur Wnt mengembalikan pengaturan dan fungsi sel melalui tubuh.

    Penelitian ini melibatkan Department of Structural Biology , St, Jude Children's Hospital, Memphis, Tenn.; departemen Internal Medicine and Molecular Biology, University of Texas Southwest Medical Center; Department of Molecular and Developmental Biology, Albert Einstein College of Medicine of Yeshiva University, Bronx, New York; Department of Molecular and Cellular Biology, Harvard University; Visual Systems Group devisi Pediatric Ophthalmology at Cincinnati Children's; dan Department of Ophthalmology, University of Cincinnati.

    Sciencedaily.com | PRUW


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.