Astronom Klaim Temukan Planet Termuda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO InteraktifSpanyol - Para astronom telah menemukan planet termuda diluar tata surya bernama BD+20 1790b. Planet raksasa ini, enam kali besar Jupiter, berumur hanya sekitar 35 juta tahun. Planet baru ini berorbit pada satu bintang muda dengan jarak lebih pendek dari orbit Mercurius ke Matahari.  

    Bintang muda ini sering hilang dari pencari planet karena mereka memiliki medan magnet yang memiliki aktivitas bintang lain, termasuk nyala api dan bintik. Aktivitas ini menyulitkan pencarian dan bisa membuat kesulitan dalam mengurai tanda-tanda planet dan aktivitasnya.  

    Astronom dari University of Hertfordshire, Dr Maria Cruz Gálvez-Ortiz dan Dr John Barnes, merupakan bagian dari kolaborasi internasional dalam penemuan ini. Dr Maria Cruz Gálvez-Ortiz, menggambarkan bagaimana planet tersebut ditemukan.  Ia mengatakan, "Planet ditemukan dengan membidik pergerakan yang sangat kecil dari pusat bintang oleh gravitasi planet kala mengorbit—yang disebut sebagai 'Doppler wobble technique.' Selanjutnya mencari tanda-tanda aktivitas planet merupakan tantangan utama bagi tim, tapi dengan pengaturan teleskop besar data dari planet muncul.” 

    Penemuan baru ini menjadi kekurangan dalam pengetahuan mengenai tahap awal perubahan planet. Banyak penelitian dalam pencarian planet sering memperkirakan bintang lebih tua, dengan umur jutaan tahun. Hanya satu planet muda dengan umum 100 juta tahun, yang diketahui sebelumnya. Namun pada usia hanya 35 juta tahun, BD+20 1790b diperkirakan tiga kali lebih muda dari planet itu.

    Penelitian terhadap planet muda akan menjadikan satu formasi cara pengujian dan pengusutan tahap awal evolusi planet.  BD+20 1790b terdeteksi dari sejumlah telescope berbeda, termasuk Observatorio de Calar Alto (Almería, Spanyol) dan Observatorio del Roque de los Muchachos (La Palma, Spanyol) lebih dari lima tahun terakhir.

     Tim penemu merupakan gabungan peneliti internasional, meliputi: M.M. Hernán Obispo, E. De Castro and M. Cornide (Universidad Complutense de Madrid, Spanyol), M.C. Gálvez-Ortiz and J.R. Barnes, (University of Hertfordshire, Inggris.), G. Anglada-Escudé (Carnegie Institution of Washington, Amerika Serikat) and S.R. Kane (NASA Exoplanet Institute, Caltech, Amerika Serikat). Penemuan ini telah dipublikasikan di journal Astronomy & Astrophysics. 

    Sciencedaily | PURW


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.