Google Terjun ke Bisnis Listrik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Google meluncurkan layanana baru Google Energi. Ini layanan bagi mereka yang membeli menjual energi,seperti listrik

    Google meluncurkan layanana baru Google Energi. Ini layanan bagi mereka yang membeli menjual energi,seperti listrik

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Google makin menggurita saja. Sejak Desember mereka mulai terjun ke bisnis energi. Desember lalu mereka mendirikan anak perusahaan untuk membeli dan menjual listrik untuk partai besar. Januari ini, mereka telah memohon izin kepada Federal Energy Regulatory Commission (FERC) untuk masuk pasar.

    Langkah itu, menurut pejabat Google, untuk menekan biaya listrik yang selama ini memakan ongkos besar. Mereka juga ingin mengurani pencemaran karbon. "Kami ingin membeli energi kualitas tinggi dan sebisa mungkin ramah lingkungan, kata seorang pejabat Google. Google dikabarkan ingin menggunakan listrik dari tenaga matahari.

    Sebelumnya, di Amerika sempat muncul kabar  bahwa Google akan menjual listrik secara ritel. Apalagi sebelumnya, Google sudah mengeluarkan software PowerMeter. Ini adalah peranti lunak berbasis internet yang bisa mengukur penggunaan listrik rumah atau bisnis. Lewat alat ini mereka juga bisa tahu peralatan apa saja yang boros listrik.

    PowerMeter GoogleBisnis Google saat ini memang bukan cuma internet. Saat ini bisnisnya terentang dari ponsel, peta, sampai listrik. Di bisnis ponsel, misalnya, mereka membuat software Android dan membuat ponsel Nexus One. Mereka juga menantang Microsoft dengan membuat pengolah kata yang gratis digunakan sepanjang terhubung dengan internet.


    B
    S | Switched


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?