Studi: Obesitas Faktor Paling Berpengaruh pada Kasus Kematian di Inggris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 4rd1.wordpress.com

    4rd1.wordpress.com

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Anda mempunyai masalah dengan obesitas? Hati-hati. Sebuah riset menunjukkan obesitas menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada peningkatan kematian di Inggris.

    Para peneliti mengatakan akta kematian menunjukkan bahwa 757 kasus obesitas berhubungan dengan kematian pada tahun 2009, meningkat dibanding dengan 358 kasus pada 2000. Tim di Universitas Oxford mengatakan di European Journal of Public Health bahwa kemungkinan banyak lagi kasus kematian akibat obesitas yang tak terekam.

    “Kami tahun kontribusi obesitas pada penyakit jantung tapi jika seseorang meninggal akibat obesitas, jadi anda tak perlu berharap dokter akan menulisnya sebagai akibat obesitas,” kata ketua penelitian Professor Michael Goldacre seperti dikutip dari BBC News. "Tapi dokter sadar bahwa obesitas sebagai penyebab kematian."

    Temuan ini menjadi peringatan “bom waktu yang berdetak” bagi pemerintah Skotlandia dengan menyatakan 40 persen waganya mengalami obesitas pada 2030. Seorang ahli kesehatan publik mengatakan orang sering tak menyadari obesitas terkait sejumlah kondisi serius.

    Para peneliti mengatakan obesitas jarang didaftarkan sebagai penyebab utama kematian. Contoh sederhana dari akta kematian tak bisa dijadikan rujukan peningkatan tersebut. Tanda peningkatan ini muncul ketika mereka menunjukkan analisis penyebab kematian.

    Pemerintah setempat juga mengumumkan bahwa lebih dari 190 orang mati dibawah umur 65 tahun disebabkan langsung oleh obesitas pada 2009 dengan memandingkan 88 kasus pada 2000. Dengan berbagai faktor pengikutnya, total 757 kasus obesitas pada 2009 menjadi penyebab kematian.

    Temuan ini berdasarkan tanda-tanda masalah obesitas menjangkit hampir seperempat anak muda di sana. Obesitas dan masalahnya menjadikan kegemukan didperkirakan menghabiskan biaya nasional lebih dari £3 juta per tahun.

    Pemerintah Skotlandia mengatakan 40% warganya dapat mengalami masalah obesitas pada 2030 jika tak segera ada perubahan.  Bahkan Menteri Kesehatan Publik Shona Robison menyatakan akan segera meluncurkan program anti-obesitas.

    Pemimpin penelitian Professor Michael Goldacre mengatakan meskipun akte kematian berhubungan dengan peningkatan obesitas pada populasi bersamaan, mereka tak akan mengakui penelitian itu karena dokter tak akan menyatakan masalah obesitas pada catatan kematian.

    Professor Alan Maryon-Davis, presiden Fakultasi  Kesehatan Masyarakat Universitas Oxford mengatakan orang pada tahap awal obesitas tak menyadari bahaya kelebihan berat badan yang dapat terus meningkat tanpa mereka sadari. "Orang tak sadar bagaiman keterkaitannya dengan masalah serius, seperti penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi dan diabetes. “

    BBC NEWS | PURW


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.