Layanan DoubleClick Google Inc.

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Google di depan kantor pusat Google Cina di Beijing, Senin,(25/01). Pemerintah Cina membantah keterlibatan dalam serangan Internet setelah AS mendesak untuk menyelidiki keluhan tersebut. AP Photo/Alexander F. Yuan

    Logo Google di depan kantor pusat Google Cina di Beijing, Senin,(25/01). Pemerintah Cina membantah keterlibatan dalam serangan Internet setelah AS mendesak untuk menyelidiki keluhan tersebut. AP Photo/Alexander F. Yuan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Perusahaan mesin pencarian Google Inc, Senin (22/2) ini meluncukan layanan pengelola iklan online DoubleClick for Publisher (DFP). Dalam blog resminya Google menyatakan, layanan ini sebagai layanan iklan online generasi mendatang.

    Selama ini, DFP merupakan layanan pengelolaan iklan online. Google mengakuisisi DoubleClick pada Maret 2008 dengan nilai US 3,1 miliar dolar.

    Google merilis dua jenis DFP, untuk pengelola situs besar dan untuk situs menengah. Sebelum diakuisisi, layanan pengelola situs besar ini disebut DART for Publisher. Layanan ini diubah menjadi DFP. Sedangkan Google Ad Manager, untuk layanan menengah, kini diubah menjadi DFP small business.

    Layanan ini digunakan untuk mengelola dan mengukur kinerja iklan bagi pengelola situs besar, seperti situs jejaring sosial dan komunitas online, hiburan, e commerce ataupun situs berita, menjadi proses yang sangat rumit. "Kemampuan mengelola ini berimbas pada uang yang mereka hasilkan dari situs mereka," demikian pernyataan resmi dalam Google Blog, Senin.

    Misalnya,sebuah restoran cepat saji ingin memajang iklan burger sebelum tengah hari dan sorenya memasang iklan pizza. Atau sebuah perusahaan ingin menampilkan iklan statis bagi pembacanya di Australia dan iklan interaktif di ruang iklan yang sama. Layanan ini dklaim sebagai solusi untuk mengelola iklan macam itu.

    Google menjanjikan perubahan atas DFP dibanding sebelum diakuisi. Misal, laporan yang lebih rinci dan prakiraan data untuk membantu pengelola situs memahami asal pendapatan iklan mereka dan iklan apa yang paling menghasilkan.
    Perubahan lain, tentunya, dalam logo DFP ditambahi logo Google.

    Menurut Google, ribuan pengelola situs besar menggunakan layanan ini untuk mengelola miliaran iklan setiap hari.



    Nur Rochmi | googleblog | techcrunch


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.