Piala Dunia 2010 Target Serangan Internet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Schalk van Zuydam

    AP/Schalk van Zuydam

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dipastikan akan menyedot perhatian penggemar sepak bola sedunia. Diperkirakan lebih dari 400 juta orang yang akan mengikuti pesta olahraga itu di seluruh dunia.

    Hanya, tingginya konsentrasi orang juga memancing timbulnya kejahatan dunia maya terhadap penggemar sepak bola. Ini terutama bagi mereka yang kerap mencoba mendapatkan pembaruan dari acara tersebut melalui Internet.

    "Menurut sejarah, acara-acara olahraga yang berskala besar menyebabkan adanya peningkatan jumlah ancaman cyber," kata Paul Wood, analis senior di Symantec Hosted Services, kemarin.

    Acara itu, menurut Wood, akan menjadi tema bagi para pelaku kejahatan dunia maya. "Serangan phishing meningkat 66 persen selama Olimpiade di Beijing pada 2008," katanya memberi contoh.

    Fakta soal dibangunnya dua kabel komunikasi bawah laut di pantai Afrika Selatan pada Juli lalu meningkatkan ancaman tersebut. "Sejarah juga menunjukkan bahwa aktivitas jahat meningkat pada suatu negara, menyusul tersedianya bandwidth baru," kata Wood.

    Adapun Symantec mendirikan sebuah situs Internet www.2010netthreat.com untuk mengamati berbagai aktivitas jahat di Internet. Situs ini akan mulai beroperasi pada 11 Juni mendatang. Di situs tersebut tersedia berbagai data, komentar, tip keamanan komputer, dan tautan (link) bagi para penggemar sepak bola yang mencari berita di Internet atau membeli tiket secara daring.

    Untuk itu, Symantec telah membangun sensor jaringan tambahan di Afrika Selatan dan kawasan bagian selatan Benua Afrika. Sensor tersebut memonitor lalu lintas dan memberikan informasi tentang langkah-langkah melindungi jaringan dari berbagai ancaman.

    "Dua dari empat mitra kami di Afrika bahkan telah mengirimkan satu sampel berkas jahat yang belum pernah ditemukan di mana pun oleh Symantec," kata Wood.

    Berbagai serangan yang mungkin (atau bahkan sudah muncul) adalah scam 419, spam atau e-mail sampah, dan phishing alias situs palsu. Scam 419 adalah modus penipuan dengan iming-iming sejumlah duit atau keuntungan bisnis di negeri Afrika, seperti Nigeria.

    "Aturannya adalah, jika sesuatu (yang ditawarkan) terlihat sangat mustahil menjadi kenyataan, kemungkinan itu adalah Scam," ujar Gordon Love, Direktur Regional Afrika Symantec. "Juga pada banyak kasus kejahatan cyber yang berusaha mencuri informasi pribadi, perincian identitas pengguna, nomor rekening bank, password, dan nomor kartu kredit."

    "Situs ini akan menyediakan informasi yang dibutuhkan orang untuk melindungi diri mereka sendiri di Internet," kata Love. "Meski demikian, para penyerang selalu bisa menemukan cara baru dalam menipu orang-orang sehingga mereka memberikan informasi pribadi. Memiliki informasi dan berhati-hati sama pentingnya dengan memiliki software keamanan terbaru yang up-to-date."

    DEDDY SINAGA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.