Uni Eropa Minta Google View Hapus Tampilan Foto  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • .

    .

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Uni Eropa meminta Google Inc menghapus gambar dalam layanan Street View dalam enam bulan. Layanan Street View, yang telah diluncurkan di Inggris pada tahun lalu, merupakan layanan tambahan dalam Google Maps dan Google Earth. Layanan itu memungkinkan pengguna melihat jalan dan melihat gambar sejumlah warga yang lalu lalang.

    Gambar diambil melalui adaptasi khusus mobil pada Google Street View yang melintas dan mengambil gambar. Namun layanan ini justru dinilai melanggar kerahasiaan pribadi. Namun Google tetap menjalankan layanan ini selama setahun, tapi the EU's Article 29 Data Protection Working Party telah menyatakan mesin pencari ini musti menghapusnya dalam enam bulan ke depan.

    Dalam suratnya ke Google, yang dipublikasikan oleh Bloomberg, pelindungan data ini mengkhawatirkan layanan Google akan meningkatkan kerawanan pada perlindungan data. 

    "Di Eropha, kami memiliki standar tinggai untuk data perlindungan. Saya harap seua perusahaan bermain sesuai aturan," kata Komisi Hukum Uni Eropa Viviane Reding.

    Google diminta menawarkan informasi ke warga atas pengambilan gambar di satu area. "Google perlu meningkatkan perhatian terhadap mobil yang diperlihatkan dalam Street View dengan cara memberikan pilihan apakah mereka mengijinkan gambar mobilnya ditampilkan," kata Reding.

    Pengacara Google Peter Fleischer membela mesin pencari ini. “Kebutuhan untuk memperoleh gambar yang jelas merupakan legitimasi dan justifikasi- untuk menghadirkan kualitas dan akurasi pada peta, untuk meningkatkan kemampuan kita mengurangi kesalahan, sebaik penggunaan data yang dikumpulkan untuk menghasilkan peta berkualitas bagi pengguna layanaa kami," kata Fleischer.

    PCWORLD | PURW


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?