Kaki Palsu Hemat Energi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaki palsu yang hemat energi bikinan Universitas Michigan, Amerika, diperkenalkan ke publik beberapa pekan lalu. Kaki itu membuat pemakainya merasa lebih enteng (Universitas Michigan).

    Kaki palsu yang hemat energi bikinan Universitas Michigan, Amerika, diperkenalkan ke publik beberapa pekan lalu. Kaki itu membuat pemakainya merasa lebih enteng (Universitas Michigan).

    TEMPO Interaktif, Jakarta -KAKI palsu kerap membikin pemakainya cepat lelah. Menurut Art Kuo, profesor di Teknik Biomedis dan Mesin Universitas Michigan, Amerika Serikat, penyandang cacat pemakai kaki palsu seakan menyeret beban 13,5 kilogram. Secara alami, gaya berjalan manusia yang membenturkan tumit ke tanah membuat banyak energi terbuang.

    Maka, Kuo bersama Steve Collins, koleganya dari Universitas Teknologi Belanda, membuat kaki artifisial yang bisa mengurangi beban. Prinsipnya, dengan mendaur ulang energi. Daya tekan ketika kaki menjejak tanah diubah menjadi daya tolak. Alat utamanya adalah pegas. Satu di posisi tumit untuk mendorong, pegas yang lain dipasang di bagian depan buat menarik. “Ini perangkat pertama untuk melepas energi dengan cara tepat,” kata Kuo.

    Kedua profesor juga memasang sensor arah yang menggunakan batere 1 watt. Rongga di bagian tengah telapak kaki dibuat agar bisa ditekuk hingga 25 derajat. Pergelangan kaki pun bisa dipakai pemakainya bersila.

    Untuk menguji seberapa efektif kaki buatan ini, Kuo membandingkan dengan kaki palsu di pasar. Hasilnya, berdasar pengukuran tingkat metabolisme, pemakai kaki palsu konvensional menghabiskan energi 23 persen lebih banyak daripada orang normal dalam setiap langkah. Adapun kaki buatan Kuo hanya 14 persen lebih banyak dari kaki normal.

    Menurut Kuo, kaki yang prototipenya diluncurkan dua pekan lalu itu bisa dipakai mereka yang diamputasi pergelangan kaki atau bahkan hingga lutut. “Para veteran atau penderita diabetes yang kesulitan berjalan dapat kembali seperti semula dengan desain baru ini,” kata Collins.

    Rencananya, Ann Arbor, perusahaan yang berbasis di Washtenaw, Michigan, akan membuat kaki palsu ini secara massal. Saat ini masih dikembangkan dan dibiayai oleh Lembaga Kesehatan Nasional, Departemen Veteran.

    TEMPO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?