Android Indonesia Belum Bisa Beli Aplikasi Google  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • .

    .

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Para pemilik ponsel Androiddi Indonesia hingga kini belum mempunyai akses untuk membeli aplikasi Google.Untuk mendapatkan aplikasi, PT Indosat Tbk memilih menyiapkan toko aplikasi sendiri (i-store).

    Division Head Blackberry and Device Agung Wijanarko mengatakan Google sebagai penyedia teknologi Android baru memberikan restu untuk membuka akses toko aplikasi di Jepang dan Selandia Baru. Ini menjadi tantangan bagi Indosat untuk mendapatkan akses aplikasi Google. Indosat harus menumbuhkan ekosistem Android dari penyedia ponsel, pengembang aplikasi dan pengguna.

    “ Google Mobile Service belum tersedia, sementara pengguna Androidbaru bisa di i-store,” ujar Agung disela-sela workshop and gathering Androidcommunity, di JCC, Ahad (7/3).

    I-store ini, kata Agung, akan mendukung konsep open source dan kontan lokal. I-store ini nantinya juga akan bisa diakses oleh semua operator. “Prinsipnya kan open, ya kami juga membuka untuk semua,” ujar Agung.

    Dengan i-store ini pengguna ponsel Androidbisa membeli aplikasi dengan express premium seperti i-pay yang dikembangkan oleh PT Indosat Mega Media (IM2). Pembelian bisa dengan voucher dan dari bank manapun. Pengguna ponsel bisa membeli aplikasi seperti game dan musik atau yang lainnya.

    Value Added Service and Content Development Manager PT IM2 Andri Fisaterdi menambahkan untuk membuat i-store pihaknya butuh waktu sebulan. Apliksi yang bisa diunduh oleh pengguna Android seperti aplikasi i-pay calculator, kamus bahasa, dan Batavia untuk berita.

    Sebanyak 10 pengembang aplikasi sudah menandatangani kerjasama dan menyetorkan aplikasinya di i-store ini. “Sebelumnya kami mengumpulkan para pengembang dan baru ada 30 orang,” ujar Andri.

    Ke-10 pengembang ini hampir separuhnya merupakan pengembang individu. Mereka baru menampilkan aplikasi gratis. Untuk pembagian keuntungan, kata Andri, berkisar antara 50-60 persen untuk pengembang.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.