Monopoli Microsoft Dicabut, Firefox Bungah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • www.chromewallpaper.com

    www.chromewallpaper.com

    TEMPO Interaktif, Paris - Pencabutan monopoli Microsoft untuk peramban atau browser Internet Explorer (IE) disambut gembira para pengembang peramban lain seperti mozill Firefox, Opera, atau Google Chrome.

    Sesuai dengan ketentuan Uni Eropa, Microsoft tak buoleh lagi membundel Windowsnya dengan hanya satu peramban yakni IE. Mereka juga harus menyediakan opsi agar pengguna bisa memilih peramban yang lain, seperti Opera, firefox atau Chrome.

    Firefox, contohnya, sejak diberlakukan ketentuan itu "panen". Sebagai kompetitor terkuat IE, Firefox diunduh lebih dari 50 ribu orang. Jumlah itu hanya jumlah pengunduh dari layar khusus yang disediakan Windows. Di layar itu tersedia banyak peramban seperti IE, Opera, Firefox, Chrome dan Safari bikinan Apple.

    Hal serupa dialami Opera. Opera software yang berbasis di Oslo, Norwegia, mengatakan, jumlah perambannya yang diunduh di Belgia, Prancis, Inggris, Polandia dan Spanyol naik tiga kali lipat sejak "layar" khusus itu ada.

    "Ketentuan itu membuat pengguna menaruh perhatian pada kami dan bisa memilih kelebihan yang kami tawarkan, kata Thomas Vine, konsul legal untuk Komisi Eropa bagi SistemTerbuak, sebuah lembaga lobi yang berbasis di Brussel. Opera masuk dalam lembaga lobi ini.

    Sebelumnya, Opera memang mengajukan komplain lewat lembaga ini. Mereka berang karena Microsoft melakukan praktek monopoli dengan membundel IE dalam Windows. Microsoft juga tak memberikan kesempatan kepada pengguna untuk memilih browser lain.

    Saat inii peta persaingan peramban mulai panas. Menurut data StatCounter, perusahaan riset dunia web, tiga versi IE mendominasi pasar Eropa hingga 46 persen dan 58 persen pasar dunia. Firefox ada di urutan kedua di Eropa dengan menguasai 39 persen pasar dan 31 persen untuk pasar global. Sedangkan di Opera, Chrome dan Safari, di Eropa masing-masing menguasai 6 persen pasar, 4 persen, dan 3 persen.

    BS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.