BTel Gandeng ICON+ Gelar Interkoneksi di Kawasan Timur Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Bakrie Telecom menggandeng PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) untuk menggelar interkoneksi di kawasan timur Indonesia. Interkoneksi adalah keterhubungan antar jaringan dari penyelenggara telekomunikasi yang berbeda. Dengan kerjasama tersebut, pelanggan kedua pihak bisa saling melakukan komunikasi. 

    Kerjasama tersebut juga memiliki arti penting bagi kawasan timur Indonesia. Kawasan pedesaan di wilayah tersebut akan menikmati akses telekomunikasi karena ICON+ adalah pelaksana tender program Universal Service Obligation untuk Desa Berdering dan Desa Pinter di kawasan itu. 

    Kerjasama tersebut ditandatangani oleh Rakhmat Junaidi, Direktur Corporate Services PT Bakrie Telecom dan Muljo Adji AG, Direktur Utama PT Indonesia Comnets Plus di Jakarta hari ini. Pembukaan interkoneksi meliputi propinsi Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua, dan Irian Barat.

    "Kami menyambut gembira penyelesaian PKS Interkoneksi ini karena inilah langkah awal kami untuk menjalin kerjasama pembukaan interkoneksi dengan semua operator demi penyediaan jasa akses telekomunikasi khususnya di daerah perdesaan di kawasan Indonesia Timur. Kami harapkan pembukaan interkoneksi tersebut dapat diselesaikan untuk waktu yang tidak terlalu lama", ujar Muljo.

    Muljo berharap langkah Bakrie Telecom diikuti pula oleh operator lainnya sehingga penyediaan layanan telekomunikasi bagi masyarakat perdesaan, khususnya di kawasan timur Indonesia dapat segera terwujud.

    Adapun Rakhmat Junaidi mengatakan sejak semula visi Bakrie Telecom adalah menyediakan layanan telekomunikasi yang handal namun tetap terjangkau. “Pembukaan interkoneksi ini merupakan langkah nyata untuk mewujudkan visi tersebut sekaligus sebagai dukungan penuh kami terhadap program USO di kawasan timur Indonesia,” katanya.

    Menurut Rakhmat, sejatinya penyediaan interkoneksi merupakan kewajiban setiap operator telekomunikasi sesuai amanat dalam Undang-Undang Telekomunikasi. "Pembukaan interkoneksi akan memberikan manfaat positif bagi semua pihak,” katanya. “Bagi masyarakat karena mereka dapat berkomunikasi dengan pelanggan operator manapun, bagi perusahaan sendiri karena akan mendorong pertumbuhan trafik sekaligus peningkatan pendapatan dan bagi industri telekomunikasi karena meningkatkan teledensitas telepon di Indonesia.”

    DEDDY SINAGA

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.