Menunggu Pasar iPad dan Tablet PC Matang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Apple Steve Jobs memperkenalkan komputer tablet terbarunya, iPad di San Francisco, Amerika Serikat (28/1). Jobs memposisikan iPad sebagai gadget persambungan antara sebuah laptop dan ponsel pintar. AP/Paul Sakuma

    CEO Apple Steve Jobs memperkenalkan komputer tablet terbarunya, iPad di San Francisco, Amerika Serikat (28/1). Jobs memposisikan iPad sebagai gadget persambungan antara sebuah laptop dan ponsel pintar. AP/Paul Sakuma

    TEMPO Interaktif, Jakarta -  Kata "tunggu dan lihat" jadi pegangan petinggi perusahaan menyikapi kehadiran notebook tablet di Tanah Air. Mereka belum mau ikut-ikutan tren pemakaian gadget tersebut di luar negeri. "Pasarnya memang masih terbatas," ujar Primawan Badri, Country Market Development Manager Notebook Hewlett-Packard (HP) Indonesia, kepada iTempo, Senin lalu.

    Untuk menjajal pasar, HP beberapa waktu lalu meluncurkan komputer tablet berseri Pavillion TM2. Para pencinta perangkat ini akan menikmati fleksibilitas layar, yang menjadi andalannya. Primawan mengatakan pasar komputer tablet belum besar. Permintaan terhadap komputer tablet, katanya, tetap ada, dan pihaknya hanya me-maintain.

    HP menargetkan penjualan pada kalangan tertentu, yakni gadget freak atau kalangan profesional seperti desainer dan arsitek. Rencananya notebook ini dijual langsung ke pasar. Namun HP juga melayani pemesanan dari kalangan pendidikan atau perusahaan tertentu.

    Menurut Primawan, sebuah universitas terkemuka memesan komputer tablet dengan jumlah banyak. "Kami telah mengarahkan ke produk dan berusaha memenuhinya," ujarnya. Fitur dan teknologi Pavillion TM2 memperbarui seri pendahulunya. Mereka memperbarui tablet pc notebook bukan netbook dengan smart-touch, gesture mode, dan fitur lainnya. Rencananya perusahaan ini bakal membanderol komputer tablet tersebut US$ 1.300 atau Rp 12 juta-an.

    Acer tidak mau ketinggalan. Perusahaan ini sedang mengintip ceruk pasar komputer tablet. Karena itu, Acer mulai menjual notebook berlayar sentuh dengan tipe AS5738PG layar 15 inci dan 11 inci. Product Specialist Product Marketing PT Acer Indonesia Novita Sudarjo mengaku hingga saat ini pihaknya belum mempunyai line-up untuk kompter tablet. Memang di negara-negara lain sudah ada. "Untuk di Indonesia tunggu tanggal mainnya saja," ujarnya.

    Lain lagi dengan Zyrex. Perusahaan ini mengklaim sudah menjual notebook tablet--seri Wakatobi Mini963--pada Agustus tahun lalu. "Produk ini memang bukan unggulan kami," kata Marketing Manager Zyrex Rendy Mulyono. Pihaknya membuat gadget tersebut karena kerja sama dengan Intel.

    Rendy mengatakan, pasar kompter tablet masih kecil di Indonesia. Konsumen juga lebih memilih notebook atau netbook untuk mengerjakan tugasnya. Kebanyakan konsumen, katanya, belum familiar dengan komputer tablet, dan cenderung menggunakan yang biasa. Pasar belum terlalu siap dengan teknologi ini. Di sisi lain, konsumen masih melihat harga sebagai pertimbangan utama.

    Menurut Rendy, komputer tablet berukuran 8,9 inci dirancang untuk dunia pendidikan. Dengan teknologi Intel Atom N270 1,6 GHz, komputer tablet belum didesain untuk penggunaan komputasi yang berat. "Belum bisa multitasking, peranti lunaknya pun hanya untuk edukasi dengan Windows XP," ujarnya. Zyrex belum memutuskan apakah terus memproduksi komputer tablet berlayar sentuh. "Kita lihat dan tunggu pasar dulu," kata Rendy.

    Sony juga belum berencana menjual komputer tablet di Indonesia. IT Store Sales Division PT Sony Indonesia Wilsam Tanto mengatakan, pasar komputer tablet masih kecil. "Minat tablet ini sangat segmented, jadi kami harus melihat dulu tanggapan pasar," ujarnya.

    Saat ini Sony terus mendorong penjualan notebook dan netbook. Jika nanti pihaknya harus mengeluarkan produk komputer tablet di Indonesia, kata Wilsam, produk itu harus mempunyai keunggulan dan keunikan dibanding keluaran kompetitor.

    l DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.