Bersaing di Dalam Genggaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Steven A Ballmer, CEO Microsoft meluncurkan Windows Mobile 7 di Barceelona. Ini adalah sistem operasi terbaru untuk ponsel

    Steven A Ballmer, CEO Microsoft meluncurkan Windows Mobile 7 di Barceelona. Ini adalah sistem operasi terbaru untuk ponsel

    TEMPO Interaktif, Jakarta - GEDUNG Jakarta Convention Center hiruk-pikuk awal Maret lalu. Selama lima hari, dari pagi hingga malam, ribuan pengunjung memadati ajang pameran produk teknologi informasi, Mega Bazaar Computer, yang berlangsung di gedung itu.

    Salah satu bintang yang paling banyak diburu pengunjung adalah telepon seluler berbasis Android. Gerai-gerai produsen ponsel, seperti Samsung, Motorola, LG, dan High Tech Computer (HTC), dipenuhi pengunjung yang ingin membeli perangkat berbasis Android yang mulai naik daun itu. Alex--penjaga stan Star Cellular, yang mendistribusikan ponsel Samsung Spica--mengaku, di hari pertama pameran, pesanan ponsel Android mulai berdatangan. “Lumayan, sudah ada 30-an orang yang memesan ataupun yang beli langsung," kata Alex kepada Dian Yuliastuti dari Tempo.

    Android adalah sistem operasi buatan Google yang diperkenalkan pada 2007. HTC adalah produsen pertama yang melahirkan ponsel Android, pada Oktober 2008, dengan nama Dream. Untuk kawasan Asia, HTC Dream pertama kali masuk Singapura pada 21 Februari 2009 melalui operator SingTel. HTC secara resmi membawa ponsel Magic yang berbasis Android masuk Jakarta pada 11 Juni 2009 dengan menggandeng Telkomsel. Tapi baru awal tahun ini euforia ponsel berbasis Android merebak, memanaskan persaingan sistem operasi bergerak. “Puncak pertarungan baru dimulai tahun ini,” kata Country Manager HTC Agus Sugiharto.

    Persaingan sistem operasi bergerak (mobile operating system) merupakan salah satu isu paling utama dalam industri telepon seluler. Para produsen ponsel dan pembuat sistem operasi berlomba-lomba menjadi penguasa di pasar yang dipenuhi sekitar 4,6 miliar pengguna ponsel sedunia itu. Dewasa ini setidaknya ada enam sistem operasi bergerak yang paling banyak digunakan: Symbian, RIM BlackBerry, iPhone, Microsoft Windows Mobile, Linux, dan si kuda hitam Android.

    Menurut data biro riset Gartner yang keluar 23 Februari lalu, Symbian mendominasi dengan pangsa pasar 47 persen. Berikutnya RIM 20 persen, iPhone 14 persen, Microsoft 9 persen, Linux 5 persen, Android 4 persen, dan 1 persen sisanya adalah mobile operating system lain.

    Microsoft mencoba mendongkrak pangsa pasarnya dengan meluncurkan sistem operasi bergerak Windows Phone 7 dalam ajang Mobile World Congress di Barcelona, awal Februari lalu. Windows Phone 7 menggantikan sistem operasi sebelumnya yang dipasang di PDA atau ponsel. “Ini terobosan yang jauh di luar pemikiran kita, meninggalkan masa lalu,” kata penerus kerajaan Microsoft, Steven A. Ballmer, dalam pembukaan acara tahunan itu.

    Microsoft memang harus terus berinovasi. Posisinya di pasar telepon seluler tertinggal jauh di belakang iPhone, dan sekarang terancam oleh Android. Melalui Windows Phone 7 ini, Microsoft berharap mampu mengembalikan kejayaan masa lalu. Mampukah?

    Menurut Manajer Pemasaran PT Microsoft Indonesia Lukman Susetio, Windows Phone 7 Series adalah generasi terbaru yang akan diluncurkan Microsoft bersama industri manufaktur rekanan dan operator telekomunikasi mulai akhir 2010. Windows Phone 7 dibangun dengan latar belakang kebutuhan penggunanya yang dinamis, produktif, dan mobile. "Agar pengguna tidak kehilangan kesempatan apa pun,” kata Lukman.

    Lukman mengklaim Windows Phone 7 cocok untuk semua orang. “Bukan sekadar perangkat mobile messaging,” katanya. Windows Phone 7 akan menjadi penghubung untuk layanan foto, album musik, kamera, dan situs jejaring sosial. Ia juga punya fungsi hiburan dan layanan konsumen bersama-sama, sehingga terintegrasi dengan produk Microsoft lain, seperti Windows Live, Xbox LIVE, Bing, dan Zune.

    Kemunculan Windows Phone 7 di pasar dihadang kolaborasi Intel dan Nokia, yang meluncurkan MeeGo pada waktu hampir bersamaan. Ini sistem operasi terbuka berbasis Linux, mirip Google Android, yang memadukan sistem Maemo Nokia dan Moblin Intel. Maemo adalah sistem operasi berbasis Linux milik Nokia yang dipakai oleh ponsel tipe N900. Adapun Moblin dipakai pada netbook dari Foxconn dan Acer.

    Aliansi Finlandia-Amerika ini berusaha menciptakan sebuah sistem operasi yang cocok untuk setiap perangkat yang memiliki kemampuan menjelajahi Internet, dari smartphone, netbook, komputer tablet, televisi, sampai sistem hiburan di mobil sekalipun.

    "MeeGo akan memimpin sebuah jangkauan yang lebih luas dari komputasi Internet dan pengalaman komunikasi bagi konsumen dengan berbagai jenis baru perangkat bergerak," kata CEO Nokia Olli-Pekka Kallasvuo.

    MeeGo didukung jaringan toko aplikasi daring Nokia Ovi yang menyediakan 2.500 aplikasi. Koleksinya memang masih jauh dibanding iTunes milik Apple, yang memiliki 140 ribu aplikasi, atau Google dengan Android store-nya, yang mempunyai 20 ribu aplikasi.

    Meski absen dalam perhelatan di Barcelona pada Februari lalu, Apple tak mau tinggal diam melihat pesaingnya memperkenalkan versi terbaru sistem operasi masing-masing. Apple berencana mengeluarkan iPhone 4G, telepon pintar generasi keempat, pada April 2010. Selain harga jualnya lebih murah dibanding generasi sebelumnya, generasi terbaru iPhone ini diklaim mampu mentransfer suara, data, dan arus multimedia iPhone 4G dengan lebih baik.

    Senyampang ponsel-ponsel berbasis sistem operasi baru itu belum beredar di pasar, Android mulai menancapkan kuku. Menurut Agus, pangsa pasar Android terus meningkat. Sistem operasi ini diramalkan akan menjadi trendsetter sistem operasi di tahun Macan. Indikasinya sudah tampak dari kemunculan parade ponsel berbasis Android yang dirilis pada awal 2010. Nexus One, produk keluaran Google, terus terjual sedikitnya 60 ribu unit per hari. Produsen komputer dan laptop seperti Acer, Dell, dan Lenovo pun tak mau ketinggalan memproduksi telepon pintar dengan aplikasi terbuka ini.

    Siapakah yang akan memenangi persaingan? Menurut Agus, pemenangnya adalah produk yang mengerti dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen. “How to make them fun,” kata Agus.


    Rudy Prasetyo


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?