Untung dan Buntung SMS Gratis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SMS Gratis

    SMS Gratis

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Lelaki itu terbaring ringkih di atas ranjang di sebuah rumah sakit di kota Pematang Siantar. Ia bermaksud mengabari kondisinya kepada keluarganya di berbagai tempat. Tapi pulsa telepon selularnya tak cukup. 

    “Padahal masih ada Rp 1.000 bang,” kata Ian Sinaga, nama lelaki 31 tahun itu, melalui pesan pendek kepada Tempo. “Untung masih bisa SMS.”

    Melalui pesan pendek seluler alias SMS itulah Ian bisa mengabari banyak keluarganya, termasuk kakak dan adiknya di Jakarta. Tak terhitung SMS yang dikirimkannya dalam sehari, mulai dari sekadar menceritakan kondisi sampai soal biaya rumah sakit. “Pulsanya malah enggak kurang-kurang,” tuturnya. 

    Itu sebetulnya bukan keberuntungan Ian semata. Para pelanggan seluler di Indonesia kini sedang menikmati “hujan” SMS gratis dari para operator. Mulai dari yang gratis 50 SMS per hari sampai 1.000 SMS per hari. 

    Menariknya, SMS itu tak hanya gratis dalam jaringan yang sama (on-net). Pelanggan pun bisa mengirimkan SMS gratis ke operator lain (off-net). Itulah yang dinikmati Ian dengan sukacita belakangan ini. 

    Untung bagi Ian, ternyata buntung bagi operator. Ada operator yang merasa serbuan SMS gratis itu telah membebani jaringan mereka. Mereka pun mengadu ke Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

    Telkomsel adalah salah satu operator yang berteriak-teriak beberapa waktu belakangan ini. Operator besar ini lantas meminta regulator segera menerapkan skema bagi hasil untuk pengiriman SMS ke operator lain. 

    Sementara skema yang berlaku saat ini adalah sender keep all (SKA). Dengan skema ini, semua pemasukan SMS masuk ke operator yang mengirim. 

    Pada 15 Februari lalu, para operator sudah duduk bersama dengan BRTI selaku fasilitator. Keputusan bersamanya adalah skema SKA tetap dipakai, tapi mereka sepakat menghentikan program SMS gratis. 

    Tapi apa lacur? Sampai hari ini, program itu masih bisa dinikmati pelanggan. Hanya penawarannya dikemas dalam bentuk yang berbeda, misalnya menjadi program bonus SMS dan sebagainya. 

    Gagal menyorongkan usulan skema bagi hasil, Telkomsel malah ikut terjun memanaskan persaingan. Telkomsel menawarkan Program Kartu As Gratis 1.000 SMS. Ini artinya kesepakatan bersama di kantor BRTI itu seperti menguap ditiup angin. 

    Belum tahu di mana perang SMS gratis ini akan berujung meski BRTI katanya sudah memasang mata dan siap meniup sempritnya. Tapi yang jelas orang-orang seperti Ian, yang berbaring di rumah sakit itulah, yang merasa diuntungkan. 

    DEDDY SINAGA | DIAN YULIASTUTI

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.