Pelanggan Antusias Nikmati SMS Gratis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SMS Gratis

    SMS Gratis

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Februari lalu, Resita Hilda Riana mengganti nomor dengan kartu baru IM3. Sebelumnya, dia pakai kartu lama dari operator yang sama. Temannyalah yang memberi tahu bahwa nomor kartu baru punya kelebihan, yakni gratis 100 SMS setiap hari. Alhasil, bonus sandek (pesan pendek) itu dia habiskan. "Ya, buat ngobrol sama teman, nanya pelajaran, dan lainnya," kata pelajar SMK 57 Jakarta ini kepada Tempo, Rabu pekan lalu.

    Dari kartu baru tersebut, Hilda mendapat 100 sandek setiap kali isi ulang minimal Rp 10 ribu. Jika isi ulang Rp 5.000, ia mendapat 50 sandek gratis. Enaknya lagi, kata Hilda, meski sedang tidak punya pulsa, dia masih dapat mengirim 50 pesan. Bukan hanya Hilda, Ferta Tri Maulida juga menenggelamkan dirinya bersandek-ria dengan pacarnya. "Cowokku juga seneng SMS-an," ujar siswi SMP 15 Jakarta yang memilih kartu XL ini. Dengan paket XL, dia mengaku mendapat 100 sandek gratis per hari. Kadang-kadang tak habis dalam sehari, sehingga dia berikan ke kakak atau familinya. Winda Hania, 13 tahun, juga memakai XL sistem paket. Baik Hilda maupun Ferta tak ingin pindah operator. 

    Shanti Irawati, 25 tahun, karyawan swasta, juga menikmati layanan SMS gratis dari IM3. Saat kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, dia rajin ber-SMS menanyakan tugas kampus, merumpi, atau sekadar janjian. Dalam sehari dia bisa menghabiskan 50 hingga 100 sandek. Namun dia mampu memakai semua SMS gratis yang, menurut dia, bisa sampai 200 sandek. "Tergantung kegiatan, tapi setelah lulus sudah jarang," ujar Shanti saat ditemui iTempo di kawasan Menteng Dalam.

    Jika bonus gratis SMS itu tak habis, biasanya jatah Shanti dipakai keponakan atau sepupunya. Untuk berkomunikasi dengan pacar, dia memakai kartu Axis dan Esia. Dia mengaku, dengan tiga kartu, untuk berkomunikasi dalam sebulan hanya menghabiskan sekitar Rp 100 ribu saja. "Kan telepon ke sesama, jadi irit," ujarnya.

    Sementara mereka senang menikmati komunikasi pesan pendek, Dias Gustira, 13 tahun, mengaku menggunakan kartu Esia. Dia lebih banyak menggunakan layanan suara, menelepon ke sesama pengguna Esia. "Kan gratis, jadi asyik," ujarnya ketika ditemui sepulang sekolah. Pelajar SMPN 15 ini juga mengaku ingin berganti kartu atau layanan yang memberikan lebih banyak layanan gratis. "Pingin juga sih, tapi harus ganti ponsel dulu," ujarnya.

    Seperti halnya Dias, Heni Mulyanti lebih senang memilih layanan gratis ngobrol ketimbang ber-SMS. "Kan di Mentari ada nelpon murah, Rp 1.000 puas ngobrol satu jam," ujar karyawati di daerah Blok A ini. Dia pun mengaku menggunakan dua kartu lain dari operator yang berbeda untuk berkomunikasi dengan keluarga dan pacarnya. 

    DIAN YULIASTUTI

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.