Peneliti Temukan Tentakel Penyebar Kanker Payudara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanker PayudaraFoto: a.abcnews.com

    Kanker PayudaraFoto: a.abcnews.com

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Para peneliti di Universitas Maryland Marlene dan pusar penelitian Stewart Greenebaum Cancer Center telah menemukan satu mikrotentakel atau nama lain dari membran plasma sel kanker payudara berperan banyak dalam penyebaran kanker ke lokasi tertentu dalam tubuuh. Mereka menganggap pencegahan dan cara menekan perkembangan kangker lanjutan bisa dilakukan dengan menghilangkan mikrotentakel itu.

    "Penelitian kami menunjukkan bawa mikrotentakel meningkatkan kemampuan sel tumor payudara menuju lubang jaringan kecil di dada, dimana tumor 'tau' bisa bertahan sampai mereka membentuk kanker baru," kata peneliti senior Stuart S. Martin, Ph.D. dari University of Maryland Greenebaum Cancer Center dan professor Fisiologi University Maryland School of Medicine. Michael A. Matrone dalam publikasinya pada 15 Maret di media online Oncogene.

    Peneliti itu menyebut mikrotentakel itu dengan nama protein 'tau'. Mikrotentakel ini merupakan bagian dari kanker utama yang ikut terbawa dalam aliran darah. Tau protein juga mengalir sampai jaringan otak. Ini terlihat pada penderita Alzheimer, yang merupakan laporan pertama mengenai peran tau pada metastatis tumor dari perubahan sel kanker.

    Sel sehat diprogram untuk mati -- istilahnya apoptosis-- setelah mereka melewati setiap bagian dalam organ tubuh. Sel tersebut juga bisa hancur jika mereka dipaksa melewati jaringan kecil. Namun sel kanker memiliki kemampuan bertahan sampai mingguan, bulan bahkan tahunan dalam tubuh. Sekali mereka terperangkap pada pembuluh darah, sel dapat menghambar aliran darah dan menyebar ke organ seperti otak, hati, dan paru-paru.

    "Kami berharap temuan kami bisa mengidentifikasi obat kangker dengan menghilangkan mikrotentakel dan mencoba menghentikan penyebaran kanker baru. Obat yang mengurangi prilaku tau potensial untuk menghindari metastasis tumor," kata Dr. Martin.

    Kanker Metastatik merupakan penyebab utama kematian orang akibat kanker. Meski berhasil mengeluarkan tumor utama, namun umumnya metode yang sama gagal menyelesaikan masalah kanker metastatik. Pada kanker payudara, metastase dapat terbentuk setahun setelah tumor utama ditemukan.

    Analisis dari University Maryland menemukan dari 102 pasien 52 persen terdapat tau pada tumor metastatiknya, dan 26 persen menunjukkan peningkatan signifikan pada tau dalam perkembangan kanker mereka. Pasien lain tak memiliki tau pada tumor metastatik tapi tak menemukan tau pada tumor utama. Adapun di Indonesia, kanker menjadi penyebab kematian nomor tujuh.

    "Metastasis merupakan keprihatian utama orang yang terkena kanker, dan temuan ini diharapkan bisa memicu temuan obat kanker baru," kata E. Albert Reece, pelaksana tugas presiden University of Maryland, Baltimore, sekaligus dekan University of Maryland School of Medicine.

    SCIENCEDAILY | PURW


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?