Google Tak Sepenuhnya Tinggalkan Cina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Google di depan kantor pusat Google Cina di Beijing, Senin,(25/01). Pemerintah Cina membantah keterlibatan dalam serangan Internet setelah AS mendesak untuk menyelidiki keluhan tersebut. AP Photo/Alexander F. Yuan

    Logo Google di depan kantor pusat Google Cina di Beijing, Senin,(25/01). Pemerintah Cina membantah keterlibatan dalam serangan Internet setelah AS mendesak untuk menyelidiki keluhan tersebut. AP Photo/Alexander F. Yuan

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Google Inc. Tak akan sepenuhnya meninggalkan Cina. Meskipun Google.cn tutup mereka tetap menggandeng sejumlah perusahaan untuk tetap bisa bisa beroperasi.  Google Inc. dapat menghentikan sesor terhadap hasil pencarian di Cina dalam sepekan, tapi perusahaan ini tak akan sepenuhnya mundur dari negara ini.

    Berdasarkan harian the Wallstreet Journal, Google mungkin bisa melakukan kerja sama  dengan agensi Cina. Tanpa beroperasi sendiri, Google bisa beroperasi di sebagian bisnis lain. “Mereka akan menjadi jalan bagi Google untuk tak menarik penuh produknya dari Cina.”

    Google masih bernegosiasi dengan pemerintah Cina mengenai masa depannya di negara itu. Eric Schmidt, Chief Eksekutif Google mengatakan pekan lalu di Abu Dhabi, "Sesuatu akan segera terjadi."

    Negosiasi antara Google dan pemerintah Cina terkait sejumlah isu yang muncul belakangan ini. Google menolak ada sensor hasil pencarian berbahasa Cina. Tanpa sensor itu, pemerintah Cina melarangnya beroperasi.

    WALLSTREETJOURNAL | PURW


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.