Si Sederhana dari Skybee  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Vendor ponsel Skybee, PT Skybee menargetkan penjualan 600 ribu unit pada 10 model ponselnya sampai akhir tahun. Chief Commersial Officer Mobile Phones and operator product Division PT Skybee Sung Khiun dalam peluncuran pedana hari ini mengatakan dua model pertama menjadi andalannya yakni skybee 80 SS dan skybee 80 AT.

    "Target itu hingga akhir tahun, setelah ini kami meluncurkan delapan model lagi untuk target tersebut," kata Shung Khiun, usai peluncurannya di Plaza EX, Jumat (19/3). Sedangkan dari program Bundling dengan layanan IM3 dari PT Indosat ditargetkan mencapai 100 ribu unit.

    Kedua model tersebut dibandrol mulai harga Rp 499 ribu untuk skybee 80 AT dan seri skybee 80 SS dengan harga mulai Rp 799 ribu. Sama seperti ponsel dari Cina umumnya, ponsel ini mengandalkan keyboard qwerty dilengkapi fitur jejaring sosial dan chatting. Untuk koneksinya mengandalkan GPRS dan EDGE. Seri skybee 80 SS bahkan masih mengandalkan fitur lama yakni TV tuner dan video chat.

    Sung Khiun mengaku fitur ini sudah lama tetapi dia yakin masih ada yang mencari fitur ini. Mereka juga akan menyasar kota besar yang bisa menangkap siaran tv analog .

    Dia juga mengatakan pasar ponsel lokal masih memiliki peluang dan berkembang sangat besar. "Harga yang paling laku saat ini berkisar Rp 600 ribuan,beberapa masih Rp 1 jutaan."ujarnya.

    Skybee berencana memproduksi ponsel 8 tipe lain yang khusus menyasar pasar menengah ke bawah. Mereka juga ingin mencontoh teknologi seperti yang dimiliki Blackberry.

    Chief Sales PT INdosat Syakieb A Sungkar mengatakan bundling ini untuk memberikan alternatif pilihan bagi konsumen. "Masyarakat juga punya mendapat kemudahan komunikasi,"ujarnya.
    Pelanggan program bundling ini juga akan mendapat bonus voucer dan 100 sms per hari.

     

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.