Ilmuwan Bahas Reduksi Bahaya Gempa dan Gunung Berapi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Optimalisasi berbagai disiplin ilmu perlu dilakukan untuk mengurangi bahaya akibat gempa tektonik, vulkanologi dan tsunami. Untuk merealisir upaya tersebut, Senin (22/3) pagi hingga sore Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia akan bertemu dengan tim peneliti dari Jepang di Kantor LIPI, Jalan Raden Saleh, Jakarta.

    “Kami akan melaporkan hasil riset dari 6 bidang berbagai disiplin ilmu,” kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Dr. Herry Harjono dalam siaran persnya. Keenam bidang tersebut adalah gempa bumi, gunung api, engineering (teknik geologi), social, pendidikan serta kebijakan pemerintah. Kerja sama riset Indonesia dan Jepang berjalan selama tiga tahun dari 2009 hingga 2012.

    Pertemuan hari ini dibuka Deputi Kementrian Riset dan Teknologi Bidang Penyebarluasan dan Pemanfaatan Iptek Dr Idwan Suhardi. Para pembicara terdiri dari ilmuwan LIPI, ITB, Universitas Tokyo, Nagoya dan Tohoku.

    Menurut Herry, fokus utama adalah mencari solusi masalah penanggulangan bencana khususnya gempa, gunung berapi dan tsunami. Pemecahan persoalan berasal dari evaluasi proyek penelitian yang telah dijalankan.

    UWD


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?