Buaya Pemakan T-Rex di Tenggara AS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deinosuchus. chasmosaurs.blogspot.com

    Deinosuchus. chasmosaurs.blogspot.com

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Reptil raksasa, yang disebut Deinosuchus, dengan panjang 29 kaki lebih menyukai lingkungan air dangkal. "Kami yakin (Deinosuchus) makan banyak kura-kura laut, tapi jelas itu suka memangsa dinosaurus juga," kata Paleontologi Columbus State, Profesor David Schwimmer , penemu buaya raksasa bersama muridnya, Samantha Harrell.

    Kesimpulan ini berdasarkan penelitian terhadap fosil kotoran dan tanda gigitan dari buaya raksasa yang ditemukan di sebelah tenggara Amerika Serikat. Schwimmer dan Harrell mempresentasikan hasil temuan penelitian fosil bekas gigitan dan kotoran, yang disebut coprolites, pada 13-16 Maret di Geological Society of America Northeastern pada pertemuan tahunan di Baltimore.  

    Fosil kotoran dari Deinosuchus pertama mengkonfirmasi lokasi buaya raksasa kuno. Tanda gigitan mengungkapkan aspek kebiasaan makan makluk itu. "Dalam beberapa kasus, kami berbicara tentang sebuah Deinosuchus dan dinosaurus 29 kaki," kata Schwimmer.

    Hewan ini diduga memangsa Appalachiosaurus montgomeriensis - kerabat Tyrannosaurus rex - ditemukan di dekat Montgomery.  Schwimmer pada musim semi 2009 meminta Harrell mengambil komando proyek mengumpulkan dan menganalisis fosil kotoran di tepi Hannahatchee Creek di County Stewart.

    Harrell, ahli geologi dari Girdler mengambil 20 contoh fosil kotoran. Enam contoh berbentuk gelendong besar, dengan panjang 8-13 cm, untuk Deinosuchus. Ia menjelaskan coprolites dipelajari guna memperoleh informasi gaya hidup hewan itu. Ia akan menyajikan penelitiannya pada Maret 27 dalam pertemuan tahunan Akademi Ilmu Pengetahuan Columbus State University.

    SCIENCEDAILY | PURW


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?